INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen untuk mengingat pentingnya meneladani akhlak mulia, kesederhanaan, serta kepemimpinan penuh kasih sayang dari Rasulullah. Masyarakat luas mengenal kegiatan ini sebagai Maulid Nabi atau “Mauludan Nabi.”
UPTD SDN 1 Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan sederhana namun penuh makna.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 21 September 2024, ini bertujuan untuk memberikan teladan bagi siswa-siswi agar bisa meniru akhlak dan kepribadian Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung di ruang kelas dengan diisi ceramah oleh Ustazah Ikhayatun, S.Pd.I, yang juga merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut para siswa UPTD SDN 1 Sukahaji, para guru, serta orang tua siswa yang turut menyaksikan acara. Kepala UPTD SDN 1 Sukahaji, Wastirah, S.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh siswa, guru, dan orang tua yang hadir, sehingga pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa berjalan dengan lancar.
“Maulid Nabi adalah momen yang sangat sakral untuk mengenang Nabi kita Muhammad SAW sebagai teladan bagi kita semua,” ujar Wastirah.
Dalam ceramahnya, Ustazah Ikhayatun membahas sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga masa kenabiannya, serta bagaimana beliau selalu menampilkan keteladanan yang patut dicontoh oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain ceramah, Ustazah Ikhayatun juga melantunkan puji-pujian dan shalawat Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh para siswa, orang tua, dan guru. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Kepala UPTD SDN 1 Sukahaji, Wastirah, dalam wawancaranya setelah acara, menjelaskan bahwa selain untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka.
“Ini merupakan uji nyali bagi siswa kami. Mereka tampil dalam pentas seni di depan umum sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka,” jelas Wastirah.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Maulid Nabi kali ini dilaksanakan dengan sangat sederhana, tanpa mengundang orang tua siswa secara resmi. Namun, antusiasme orang tua yang hadir untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka sangat tinggi.

“Kami bersyukur dan bangga bahwa meskipun acara ini sederhana, banyak makna yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.
Sebelum puncak acara, kegiatan diawali dengan penampilan para siswa, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kreasi seni bertajuk keagamaan, hingga seni tari tradisional. Tari Topeng Kelana, tari tradisional khas Indramayu, juga ditampilkan oleh siswa kelas 5 dan 6.

Seluruh kegiatan Maulid Nabi ini dikemas dan dilaksanakan oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6, sementara para guru hanya bertindak sebagai pembimbing. Wastirah juga menambahkan bahwa pihak masyarakat berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus ditingkatkan. Ia mencontohkan kegiatan “Jum’at Berkah” yang digelar sebelumnya, di mana masyarakat bersyukur atas perbaikan jalan yang dicor beton dan diadakan syukuran bersama.

“Alhamdulillah, Maulid Nabi kali ini berjalan lancar, meskipun sederhana. Semoga ke depan, kami bisa mengadakan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat, seperti pentas seni siswa untuk acara perpisahan kelas 6,” pungkas Wastirah.









