Upaya Komprehensif dalam Mengendalikan Demam Berdarah Dengue di Kalimantan Utara

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara Usman menjelaskan bahwa timnya terus berupaya memperkuat pengendalian demam berdarah dengue (DBD) secara berkelanjutan melalui pendekatan yang komprehensif. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya DBD. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, Usman menilai perlu adanya pendekatan yang lebih inovatif. Oleh karena itu, program vaksinasi dengue dianggap sebagai strategi tambahan yang dapat melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan.

Program vaksinasi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama “Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030”. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, usman yakin bahwa Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari ancaman dengue.

Tantangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Sebelumnya, dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat hingga 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue dengan kematian sebanyak 583 kasus. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya pencegahan terpadu melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue, yang bertujuan melengkapi langkah pengendalian yang selama ini telah berjalan.



Kegiatan Vaksinasi Dengue di Bulungan, Kalimantan Utara

Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi. Sekitar 46,81 persen dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

Peran Vaksinasi sebagai Lapisan Perlindungan Tambahan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan Imam Sujono menambahkan bahwa program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik. Program vaksinasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama.

Imam menekankan bahwa meskipun ada vaksinasi, masyarakat Kabupaten Bulungan tetap diminta untuk disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi. Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan.

Beberapa sosialisasi sudah dilakukan kepada petugas kesehatan di puskesmas, koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan sarana prasarana, dilanjutkan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa.

Dukungan dari Pihak Swasta dan Pemerintah

Presiden Direktur PT Bio Farma Shadiq Akasya menambahkan bahwa sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, timnya terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah. Timnya memandang penguatan pencegahan dengue membutuhkan langkah yang konsisten dan berkelanjutan, dengan edukasi yang jelas kepada para pemangku kepentingan agar program dapat dipahami dan dijalankan dengan baik.

Melalui dukungan pada program publik seperti yang dimulai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, Shadiq berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue. “Bio Farma akan terus berkomitmen memastikan ketersediaan dan dukungan pelaksanaan program secara bertahap, sebagai bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.”

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang menjadi pelopor pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara. Inisiatif ini menambah daftar 11 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue.

Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp 3 triliun, belum termasuk kasus-kasus yang dilaporkan selama terjadi wabah, dan dampak emosional serta sosial yang ditanggung pasien dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *