Persebaya Surabaya Menghadapi PSIM Yogyakarta dengan Komposisi Baru
Laga perdana putaran kedua Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian awal bagi skuad Green Force. Pertandingan ini digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1/2026) sore dan menjadi pekan ke-18 kompetisi. Laga ini juga menjadi momen penting untuk membuktikan sentuhan magis pelatih Bernardo Tavares.
PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat karena kehilangan salah satu pemain utama mereka, Franco Ramos Mingo. Bek asal Argentina tersebut harus absen akibat hukuman kartu merah yang diterimanya saat bertandang ke Madura United pada 10 Januari lalu. Franco sebelumnya mencetak gol penting dalam pertandingan tersebut, namun kepergiannya setelah menerima kartu merah membuat banyak emosi bercampur.
Franco mengakui bahwa situasi tersebut sangat sulit baginya. Ia merasa bahagia atas gol yang dicetak, tetapi kesedihan menghampiri setelah mendapat sanksi. Meski begitu, ia memilih untuk menerima kenyataan dengan sikap dewasa dan tetap mendukung tim meski tidak bisa tampil langsung.
“Semua orang bisa membuat kesalahan, yang pada akhirnya kita semua adalah manusia,” kata Franco dengan nada bijak. Ia berjanji akan memberikan kontribusi maksimal selama sesi latihan untuk membantu rekan-rekannya tampil baik saat pertandingan tiba.
Sementara itu, Persebaya Surabaya datang dengan komposisi baru dan motivasi tinggi. Sejak awal Januari 2026, tim telah melakukan perombakan signifikan. Tiga pemain asing asal Brasil, yaitu Bruno Paraíba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes, resmi bergabung. Kehadiran ketiganya diharapkan dapat menambah variasi permainan dan daya gedor.
Selain itu, Persebaya juga dikabarkan akan segera mengumumkan Pedro Matos, gelandang asal Portugal yang diproyeksikan menjadi motor kreativitas lini tengah. Publik menantikan debutnya dalam laga kontra PSIM Yogyakarta. Pertandingan ini disebut sebagai momen perkenalan seluruh rekrutan anyar Green Force.
Di lini depan, Persebaya kemungkinan besar akan mengandalkan Perovic. Situasi ini muncul setelah Diego Maurício dikabarkan bakal hengkang ke klub India. Nasib Dejan Tumbas juga belum jelas jelang putaran kedua. Penyerang tersebut dua kali absen latihan dan belum dipastikan masuk rencana utama tim. Kondisi ini memaksa Bernardo Tavares untuk menata ulang strategi permainan.
Pelatih asal Portugal ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam skuad. Menurut Tavares, tim kuat harus memiliki kompetisi sehat di setiap posisi. Setiap pemain dituntut siap bersaing demi kepentingan tim.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kekuatan ruang ganti. Harmoni tim dianggap sebagai kunci konsistensi performa sepanjang musim.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tambah Tavares.
Absennya Franco Ramos di kubu PSIM bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Persebaya Surabaya. Green Force berpeluang menekan sejak awal laga. Dengan wajah baru dan energi segar, Persebaya Surabaya datang ke Bantul membawa optimisme. Laga ini menjadi ujian pertama hasil perombakan tim.
Pertemuan PSIM dan Persebaya Surabaya diprediksi berjalan menarik. Satu tim kehilangan bek terbaiknya, sementara tim lain tampil dengan komposisi anyar. Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Laga ini menjadi pembuktian awal magis Bernardo Tavares di putaran kedua.
Bonek tentu menanti hasil positif dari laga perdana ini. Momentum di Bantul bisa menjadi titik awal kebangkitan Green Force di Super League.









