Safari Ramadhan PPP di Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya
Pada kesempatan yang berlangsung pada 3 Ramadhan 1447 H, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengawali kegiatan safari Ramadhan dengan berkunjungan ke sejumlah ulama di Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara PPP dan para alim ulama.
Wakil Ketua Umum DPP PPP, H. Agus Suparmanto, memulai safari Ramadhan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren, KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy, serta sejumlah alumni ponpes tersebut.
Tidak ada acara formal dalam kunjungan tersebut, hanya sebatas silaturahmi dengan nuansa kekeluargaan. Agus Suparmanto menyampaikan bahwa agenda utama adalah merekatkan kembali hubungan kekeluargaan antara PPP dengan para alim ulama. Ia menekankan bahwa PPP lahir dari inisiasi dan perjuangan para alim ulama. Oleh karena itu, untuk bangkit kembali, PPP harus dimulai dengan doa dan restu para alim ulama.
“PPP ini partai legendaris yang sudah berusia 53 tahun berkat perjuangan para alim ulama, maka PPP harus bangkit kembali bersama ulama untuk memperjuangkan aspirasi politik keislaman dan kebangsaan di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujar Agus Suparmanto.
Dalam pertemuan singkat menjelang buka puasa tersebut, KH. Asep Maoshul Affandy menyampaikan pesan bahwa wajah politik Islam harus tetap ada di Indonesia, yang menjadi fungsi keberadaan PPP. Ia menegaskan bahwa PPP harus hadir kembali di Senayan, sesuai amanat para alim ulama.
“Kedepan PPP harus hadir kembali di Senayan. Karena itu adalah amanat para Alim Ulama, wajib bagi kita untuk menjaga partai warisan Ulama ini,” pesan Eyang Asep Maoshul.
Eyang Asep menegaskan komitmennya untuk terus berjuang bersama PPP. Hal ini dibuktikan dengan kontribusi alumni Miftahul Huda yang selalu hadir dan menempatkan para alumninya duduk di kursi legislatif. “Bahkan di Jawa Barat ini PPP punya 78 kursi DPRD. 14 diantaranya adalah Alumni Miftahul Huda,” tegas Eyang Asep.
Namun, ia menyayangkan bahwa PPP akhir-akhir ini terlihat seperti ada jarak dengan para kyai dan alim ulama. Hal ini terlihat dari program dan kebijakan pengurus, terutama di tingkat nasional, yang mulai melenceng dari nilai dan prinsip perjuangan partai.
“Saya merasa prihatin dengan situasi PPP akhir-akhir ini. Terutama kebijakan Pusat terhadap PPP di Jawa Barat, kebijakan DPP tidak mencerminkan cara-cara yang Islami, sudah melenceng dari Prinsip Musyawarah. Tradisi pecat memecat kader harus diakhiri,” tegas Eyang Asep.
Setelah melakukan kunjungan ke Ponpes Miftahul Huda, selepas Sholat Tarawih, safari Ramadhan dilanjutkan dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Cipasung yang diasuh oleh KH. Ubaidillah Ruhiat. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, KH. Ubaidillah Ruhiat menyampaikan bahwa masyarakat Tasik ini adalah basis PPP, yang tidak lepas dari peran para alim ulama dan santri pondok pesantren, termasuk Ponpes Cipasung ini.
“Saya selalu berharap dan berdoa agar PPP bisa besar kembali dan masuk Senayan pada Pemilu 2029 nanti, secara khusus kepada Bapak Agus Suparmanto bersama para pengurus PPP agar tetap istiqomah, semoga diberikan kesehatan dan kekuatan,” kata Kyai Ubaidillah Ruhiat.
Turut serta dalam safari Ramadhan kali ini sejumlah eks fungsionaris DPP PPP, seperti Komaruddin Taher (Komeng), Aftoni, Ade Munawaroh, Pepep Saeful Hidayat selaku Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, beserta para pengurus DPC PPP se-Provinsi Jawa Barat.
Selain ke Tasikmalaya, kegiatan Safari Ramadhan H. Agus Suparmanto akan dilanjutkan ke beberapa alim ulama di Bandung. Di antaranya ke Pondok Pesantren Alfalah dan Baitul Arqom Kabupaten Bandung.









