Perubahan dan Inisiatif Pemerintah Kota Gorontalo

Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengungkapkan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah kota setelah pelantikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. Hal ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara di Tribun Podcast yang dipandu oleh Aldi Ponge. Dalam diskusi tersebut, Indra menjelaskan beberapa langkah strategis yang sedang dijalankan untuk memperbaiki kondisi kota.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah penataan wajah ibu kota. Proses penertiban terhadap eks Terminal Andalas juga sedang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kenyamanan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga melakukan pembinaan terhadap birokrasi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemerintah kota juga aktif dalam menggerakkan ekonomi warga. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menurunkan angka kemiskinan. Di samping itu, pemerintah terus berupaya menangani masalah penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras dan praktik prostitusi. Program kerohanian juga ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan harmonis.

Indra menyebutkan bahwa pemerintah saat ini sedang membenahi segi ekonomi, baik dari sisi atas maupun bawah. Ia menekankan pentingnya menjaga perputaran ekonomi meskipun ada proyek yang belum terselesaikan. Kondisi daya beli masyarakat yang menurun menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Contohnya, beberapa toko di Citimall mulai tutup karena kurangnya permintaan.

“Artinya apa? Daya beli masyarakat yang mulai berkurang. Ini PR kita,” ujarnya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan berusaha menormalkan perekonomian dengan mengajak investor masuk untuk membantu pembangunan daerah.

Indra menjelaskan bahwa perekonomian di Kota Gorontalo saat ini masih stagnan. Salah satu kebijakan yang diambil adalah membuka usaha di trotoar, memberikan peluang kepada masyarakat untuk berjualan. Setiap malam, banyak transaksi terjadi di area Panjaitan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan menuju kota yang lebih maju.

Setelah perekonomian kuat, pemerintah akan melanjutkan dengan kebijakan lain seperti pembangunan infrastruktur dan pengembangan bisnis. “Nanti secara alami itu akan terbentuk sendiri bisnis-bisnis itu. Para pelaku UMKM ini akan naik kelas, baru itu kita bisa tata,” ujar Indra.

Terkait protes tentang penggunaan trotoar Jalan Nani Wartabone sebagai tempat jualan pada malam hari, Indra menjelaskan bahwa meski diperbolehkan, semua pedagang diminta untuk membersihkan area jualannya setiap pagi. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas harian masyarakat seperti jam kerja.

Selain itu, pemerintah juga sedang menggalakkan program car free day dan car free night. Menurut Indra, program ini menjadi tolak ukur keberhasilan dalam membangun ekonomi kota. “Karena di situlah tolak ukurnya karena itu akan terbentuk. Tanpa kita sadari ekonomi akan terbentuk,” tegasnya.

Banyak program yang saat ini menjadi atensi pemerintah. Indra bekerja di bidang ekonomi sementara Wali Kota Adhan lebih fokus pada kebijakan daerah. Keduanya selaras dengan jargon ‘Torang bekeng bae’, yang artinya bersatu untuk kebaikan bersama.

Indra berharap masyarakat dapat mendukung penuh berbagai program yang ditawarkan pemerintah. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan Kota Gorontalo dapat menjadi lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *