Persiapan Pemkab Pangandaran Menyambut Libur Nataru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran telah mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani keluhan yang muncul di media sosial terkait praktik getok harga di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah meminta para pedagang untuk memasang daftar harga barang atau makanan yang ditawarkan, sehingga pembeli dapat mengetahui harga secara jelas dan transparan.

Pangandaran, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat, terus melakukan penataan dan perbaikan agar siap menyambut Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Beberapa program seperti pembersihan pantai dan peningkatan fasilitas pariwisata juga terus berjalan, melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait.

Fokus Utama: Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

Dalam rangka menyambut Nataru, Pemkab Pangandaran fokus pada beberapa aspek penting, antara lain penataan infrastruktur wisata, penguatan protokol keselamatan pantai, serta antisipasi lonjakan jumlah wisatawan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa liburan Nataru tahun ini tidak hanya berkesan, tetapi juga aman dan nyaman bagi semua pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugista, menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi lain dan stakeholder terus melakukan pembenahan berbagai fasilitas pariwisata. Penataan pedagang, pembersihan pantai, serta persiapan lainnya dalam rangka menghadapi Libur Nataru terus digalakkan sesuai dengan arahan Bupati.

Persiapan yang Terus Dilakukan

Menurut Dadan, persiapan sarana dan prasarana penunjang dalam menyambut Libur Nataru terus dilakukan. Ia menegaskan bahwa masalah-masalah yang sering muncul selama Libur Nataru sebelumnya menjadi bahan kajian bersama agar pelaksanaannya lebih lancar, aman, dan sukses.

“Intinya kami sedang bersolek dan ini juga kami sedang ada di pantai sedang bersih-bersih sambil penataan. Insya Alloh Nataru di Pangandaran lancar, aman dan nyaman,” ujar Dadan saat dihubungi.

Rapat Koordinasi untuk Menghadapi Nataru

Dadan juga menegaskan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) untuk membahas dan menghadapi Nataru masih menunggu arahan Bupati. Dalam rakor tersebut, seluruh instansi terkait dengan Libur Nataru seperti Dishub, TNI/Polri, PHRI, UMKM, Satpol PP, Balawista, perwakilan pedagang, dan lainnya akan turut serta.

“Kami tinggal menunggu rakor yang akan diselenggarakan secepatnya. Nanti kita akan mendengar arahan dari Bupati Pangandaran seputar pelaksanaan Libur Nataru,” tambah Dadan yang saat dihubungi mengaku sedang melihat kegiatan pembersihan pantai.

Prediksi 2 Juta Wisatawan Datang ke Pangandaran

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi sekitar 21,2 juta orang akan melakukan perjalanan pada saat Libur Nataru. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen dilakukan untuk kebutuhan pariwisata. Dengan prediksi ini, kawasan Pangandaran akan menjadi salah satu tujuan wisata favorit dengan estimasi 2.069.438 orang yang akan berkunjung.

Kawasan Pangandaran dan Bandung masih menjadi tujuan destinasi favorit responden pada momen Nataru ini. Mobil pribadi menjadi pilihan utama untuk mobilisasi dengan 65,2 persen, disusul kendaraan roda dua sebesar 15,2 persen, dan kereta api sebesar 13,3 persen.

Penghentian Operasi Angkot, Delman, dan Becak

Selain memfokuskan pemantauan di tujuh titik wisata utama, Dishub Jabar juga meminta pengemudi angkot, delman, dan becak dengan total 4.711 pengemudi untuk menghentikan sementara operasi mereka pada tanggal 24-25 Desember dan 30-31 Desember 2025 guna mengurai kepadatan lalu lintas.

Ke 4.711 pengemudi tersebut tersebar di berbagai wilayah seperti Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan lainnya. Mereka akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari per orang, dengan mekanisme pembayaran dilaksanakan secara langsung sebelum tanggal 24 Desember 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *