Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Proyeksi yang dihitung mencapai sekitar 2,4 juta kendaraan, berdasarkan data dari libur Nataru sebelumnya yang mencapai sekitar 1,6 juta kendaraan.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi peningkatan sebesar 50 persen.

Fokus pada Jalur Utama dan Kawasan Wisata

Antisipasi tidak hanya difokuskan pada jalur utama menuju Kota Jogjakarta, tetapi juga pada kawasan wisata yang diprediksi akan ramai selama masa libur. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi arahan agar pengendara yang tidak bertujuan masuk ke pusat kota menghindari jalur tersebut.

“Karena pasti akan terjadi kepadatan. Kami telah menyiapkan jalur seputaran Ring Road, baik itu Ring Road Utara, Selatan, Barat, dan Timur,” kata Ardi.

Penggunaan QR Code untuk Petunjuk Lalu Lintas

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, petunjuk rekayasa lalu lintas telah disediakan melalui QR code. Masyarakat dapat langsung memindainya untuk mendapatkan informasi terkini.

“Kami akan meluncurkan beberapa petunjuk dengan menggunakan QR code, yang mana itu dapat langsung dipindai oleh masyarakat,” ujarnya.

Perubahan Pola Lalu Lintas di Kawasan Malioboro

Kawasan Malioboro diprediksi menjadi titik yang mengalami perubahan pola pergerakan lalu lintas signifikan akibat penutupan Jembatan Kewek. Rekayasa lalu lintas diperlukan bagi kendaraan dari arah Stasiun Tugu yang tidak lagi bisa langsung belok ke Malioboro, melainkan harus memutar melalui Stadion Kridosono.

Rekayasa ini juga berdampak pada kawasan di sekitar simpang Gramedia dan jalan di depan Rumah Sakit Bethesda. Dari simpang Gramedia, kendaraan diizinkan mengarah ke arah timur, melewati depan Rumah Sakit Bethesda, kemudian masuk ke kawasan Malioboro melalui flyover Lempuyangan.

Data Pemantauan di Kawasan Malioboro

Berdasarkan pemantauan “people counting” pada Minggu (21/12), Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum menyebut lebih dari 7.000 pergerakan orang di kawasan Malioboro pada pukul 13.00-14.00 WIB.

Sementara itu, data “traffic counting” menunjukkan volume kendaraan yang cukup tinggi di pintu masuk kota dan ruas perbatasan DIY-Jawa Tengah. Lebih dari 11 ribu kendaraan memasuki wilayah DIY pada jam yang sama. Aktivitas arus di exit tol juga meningkat, terutama melalui Exit Prambanan yang mencatat 827 kendaraan masuk dan 852 kendaraan keluar.

“Kalau melihat angka memang terjadi peningkatan dan di lapangan pun terlihat memang meningkat,” ucap Widya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *