Fenomena Hujan Abu di Kecamatan Cepogo

Pada Sabtu siang, 27 Desember 2025, sejumlah wilayah di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sempat dilanda hujan abu tipis. Fenomena ini terjadi akibat aktivitas awan panas guguran (APG) dari Gunung Merapi. Warga setempat mengatakan bahwa hujan abu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Purwanto, warga Dukuh Kadipiro, Desa Genting, mengungkapkan bahwa saat itu wilayah tersebut sebelumnya diguyur hujan air. “Tadi pas di luar rumah, kok ada abu. Tapi cuma sedikit,” katanya kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa hujan abu berlangsung singkat dan tidak meninggalkan endapan tebal. Menurutnya, fenomena tersebut hanya berlangsung selama beberapa menit.

Kepala Desa Cepogo, Mawardi, membenarkan adanya hujan abu di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa hujan abu terjadi di Dukuh Tumang dan sejumlah desa lain di bagian atas Kecamatan Cepogo. “Iya, tadi memang sempat hujan abu, tapi hanya sebentar,” ujarnya.

Menurut Mawardi, hujan abu terjadi di beberapa desa yang berada di lereng Gunung Merapi. Beberapa desa yang terdampak antara lain Wonodoyo, Jombong, Gedangan, Sukabumi, Genting, dan Cepogo.

Aktivitas Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, hujan abu tersebut berkaitan dengan dua kali aktivitas awan panas guguran pada hari yang sama. Awan panas guguran pertama tercatat pada pukul 11.21 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak. Pada saat itu, angin bertiup ke timur.

Sepuluh menit kemudian, pada pukul 11.31 WIB, kembali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter, masih mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan dampak signifikan akibat hujan abu tersebut. Namun, warga diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi.

Larangan Pendakian ke Kawasan Gunung Merapi

Sementara itu, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNG Merapi) memastikan bahwa hingga saat ini pendakian ke kawasan Gunung Merapi masih ditutup atau dilarang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keselamatan masyarakat dan menghindari risiko bahaya yang mungkin terjadi akibat aktivitas vulkanik.

Kesimpulan

Peristiwa hujan abu yang terjadi di Kecamatan Cepogo menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi. Meskipun hujan abu terjadi dalam waktu singkat dan tidak menimbulkan dampak besar, langkah-langkah pencegahan seperti larangan pendakian tetap diperlukan untuk mengurangi risiko bahaya. Warga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait agar dapat merespons secara cepat jika terjadi perubahan aktivitas gunung berapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *