Arema FC kembali mengalami kekalahan di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, dalam laga terbaru Super League. Pada pertandingan yang digelar Selasa (30/12), tim asuhan Marcos Vinicius dos Santos Goncalves harus menerima kekalahan 0-1 dari Persita Tangerang. Kekalahan ini memperpanjang tren tidak menang Arema FC di kandang mereka selama enam laga terakhir.

Dalam pertandingan tersebut, Arema FC sempat bermain dengan 11 pemain hingga menit ke-69, ketika Andrean Benyamin Rindorino dikartu merah. Namun, meskipun unggul jumlah pemain, Arema FC gagal memanfaatkan peluang-peluang yang didapat. Mereka memiliki sebanyak 19 peluang tembakan ke gawang, sementara Persita hanya memiliki dua peluang, satu di antaranya berhasil menjadi gol.

Kemenangan kandang terakhir Arema FC terjadi pada 22 Agustus saat mengalahkan Bhayangkara FC 2-1. Sejak saat itu, Arema FC belum pernah menang lagi di Stadion Kanjuruhan. Dari enam pertandingan terakhir, tim asal Malang tersebut mencatat lima kekalahan dan satu hasil imbang.

Protes Suporter Aremania

Setelah pertandingan usai, suporter Arema FC, Aremania, melampiaskan kekecewaannya. Puluhan Aremania menghadang bus yang dinaiki pemain Arema FC. Mereka menyalakan flare, bom asap, hingga kembang api sebagai bentuk protes terhadap performa tim kesayangan mereka.

Tidak hanya itu, cacian dan makian juga mengiringi pemain Arema FC saat keluar dari area stadion. Protes ini tidak direspons oleh para pemain, yang tetap berada di dalam bus untuk melanjutkan perjalanan keluar stadion.

Bus pemain Arema FC tersendat saat keluar dari stadion sekitar pukul 18.24 WIB. Steward atau pengawal pertandingan bersiaga untuk mengiringi kepulangan tim Arema FC dari Stadion Kanjuruhan. Di sisi lain, bus Persita Tangerang tidak mengalami hambatan berarti ketika keluar dari area stadion sekitar pukul 18.15 WIB.

Penjelasan Pelatih Arema FC

Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menyampaikan kekecewaannya setelah pertandingan. Menurutnya, timnya tidak pantas kalah dalam laga melawan Persita Tangerang. Ia menyebut bahwa Arema FC tampil bagus dalam pertandingan tersebut, dengan dominasi bola dan banyak peluang yang diciptakan.

“Semua orang tahu kami bermain bagus, kami mengontrol permainan dan menguasai bola. Kami memiliki 19 peluang tembakan ke gawang. Mereka cuma memiliki dua peluang, satu digagalkan Lucas Frigeri, satu lagi gol,” ujar Marcos dalam konferensi pers pascalaga.

Ia juga menyoroti transisi pemain yang kurang optimal saat Arema FC unggul jumlah pemain. Meski Persita kalah jumlah pemain sepanjang pertandingan, mereka berhasil memanfaatkan peluang yang ada lewat serangan balik cepat.

“Situasi hari ini kita harus kontrol pertandingan, jadi harusnya bisa lebih baik dan bisa bermain lebih bagus untuk menciptakan peluang. Tapi transisi kami kurang bagus, dua kali mereka datang bisa mencetak satu gol,” tambahnya.

Masalah Kehilangan Gol

Marcos juga menyadari bahwa timnya tumpul dalam pertandingan ini. Kehilangan Dalberto Luan Belo sebagai mesin gol terasa sangat terasa dalam dua pertandingan kandang terakhir. Dedik Setiawan, yang diplot sebagai goal getter, sempat mencetak gol namun dianulir wasit karena terlebih dahulu terjadi pelanggaran.

“Kami ada banyak peluang, tetapi tidak ada solusi [mencetak gol]. Kita harus lebih kerja keras supaya lebih siap, kira harus menyatukan tekad ketika sedang tertekan [dengan kekalahan] dan mewujudkan tujuan-tujuan baru tim. Ke depan saya kira kita harus memperbaiki hal ini,” jelasnya.

Ia meminta maaf kepada Aremania yang tidak bisa membawa tiga poin lagi saat bermain di kandang. Marcos juga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada manajemen, sambil tetap percaya bahwa pemainnya memberikan 100 persen kemampuan terbaiknya ke depan.

“Kalau melihat ini tim ini seharusnya bisa lebih baik, tapi kita tidak kasih Aremania yang terbaik dengan kejadian seperti ini. Sebenarnya saya sudah mempersiapkan tim yang terbaik, tapi memang saya bekerja sebagai pelatih, bukan sebagai pemain sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” tutupnya.

Peringkat Klasemen

Kekalahan ini membuat Arema FC melorot ke peringkat 11 klasemen sementara Super League 2025/26. Tim asal Malang ini meraih 18 poin, hasil dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan.

Sementara itu, tiga poin yang diraih Persita Tangerang membuat posisi mereka naik ke lima besar. Tim asuhan Carlos Pena tersebut meraih 25 poin, hasil dari tujuh kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *