Brebes, wartajayavision.com — Proyek pembangunan talud tebing di Dukuh Tegal Munding, RW 06, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, senilai Rp200 juta, dikabarkan ambruk meski baru berusia 16 hari setelah dikerjakan. Saat ini, proses perbaikan kembali tengah dilakukan oleh pihak pelaksana kegiatan.
Kepala Desa Pruwatan, Rasiman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (23/10/2025), membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa ambruknya talud diduga disebabkan oleh intensitas hujan deras yang menyebabkan air masuk ke dalam pasangan batu.
“Mungkin hari ini sudah siap digarap lagi. Kemarin itu hujan deras, air masuk ke pasangan semua,” jelas Rasiman.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pembangunan talud tersebut menggunakan dana bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana kegiatan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Pruwatan.
Sementara itu, H. Ishak, S.H., M.A., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Partai Gerindra, saat dihubungi via telepon, menyampaikan bahwa dirinya memang mengusulkan bantuan keuangan provinsi pada tahun anggaran 2025, namun belum dapat memastikan apakah proyek di Desa Pruwatan termasuk di dalamnya.
“Saya memang mengusulkan bantuan keuangan tahun 2025, tapi ke Desa Pruwatan atau bukan, nanti akan saya cek lagi. Yang jelas, kalau sekarang sudah dilakukan perbaikan, itu hal yang baik,” ujarnya.

Pembangunan talud tebing tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur tanah di wilayah Dukuh Tegal Munding agar tidak terjadi longsor, terutama saat musim hujan.
Namun, kondisi ambruknya talud dalam waktu singkat ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pengerjaan dan pengawasan proyek.








