KARAWANG, WARTAJAYAVISION.COM – Seorang bayi asal Brebes, Mega Sintia (±3 tahun), saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Izza Karawang akibat kondisi kesehatan yang memburuk. Selain mengalami demam tinggi dan kejang, kepala Mega juga terbentur benda keras, yang menyebabkan luka dalam di kepalanya berdasarkan hasil rontgen.
Kondisi Mega yang membutuhkan perawatan intensif menjadi beban berat bagi keluarganya, mengingat orang tuanya tidak memiliki biaya untuk pengobatan. Awalnya, mereka berusaha menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), namun pihak rumah sakit tidak menerima SKTM sebagai jaminan biaya pengobatan.

Orang tua Mega, yang merupakan warga asli Brebes, berharap agar Bupati Brebes dapat membantu dalam proses pembiayaan pengobatan anak mereka.
Sementara itu, Bidang Penanganan Dinas Sosial Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa program bantuan untuk warga tidak mampu melalui SKTM sudah tidak berlaku lagi. Jika pun diusulkan sekarang, SKTM baru bisa aktif satu bulan kemudian.

Hal senada disampaikan oleh Subkoordinator Dinas Kesehatan yang menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2025, skema Universal Health Coverage (UHC) non cut-off sudah dihapus. Artinya, usulan darurat untuk layanan kesehatan tidak bisa langsung aktif di hari yang sama.
Di tengah kondisi ini, ibu kandung Mega yang dihubungi pada Kamis (13/3/2025) mengungkapkan harapannya agar ada solusi dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Brebes, untuk membantu pembiayaan perawatan putrinya di RS Izza Karawang.
Menanggapi kondisi ini, Ahmad Toridin, salah satu pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes, menyatakan bahwa jika pasien dirawat di luar daerah, pembiayaannya bukan tanggung jawab Baznas Brebes. Namun, jika keluarga bersedia membawa Mega pulang ke Brebes, Baznas siap menjemput pasien dengan ambulans yang sudah tersedia di rumah sakit setempat.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga Mega masih berjuang mencari bantuan agar pengobatan sang anak dapat terus berlanjut.








