Penegakan Hukum dan Persiapan PSU di Barito Utara
Bawaslu Barito Utara terus memperkuat langkah-langkah pencegahan kecurangan dalam proses pemungutan suara ulang (PSU). Salah satu tindakan yang dilakukan adalah gencarnya patroli selama masa tenang. Tujuannya adalah untuk meminimalkan potensi pelanggaran seperti money politic atau politik uang. Kepala Bawaslu Barito Utara, Adam Parawansa Shahbubakar, menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mempersiapkan diri menghadapi masa tenang.
Pada minggu pertama masa tenang, Bawaslu akan bekerja sama dengan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Satpol Barito Utara, serta instansi lainnya untuk menertibkan alat peraga kampanye (APK). Penertiban ini akan dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi APK yang masih terpasang, yang bisa dianggap sebagai bentuk pelanggaran dalam tahapan pemilihan umum.
Penurunan APK Jelang PSU
Selain itu, Bawaslu Barito Utara juga mulai menurunkan APK pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Penurunan APK ini dilakukan karena masa kampanye sudah berakhir dan kini memasuki masa tenang. Anggota Pengawas Pemilu, baik tingkat kelurahan/desa, kecamatan, hingga kabupaten, bersama instansi terkait lainnya mulai melakukan penertiban. APK yang masih terpasang, termasuk yang dipasang di atas rumah warga, harus diturunkan. Proses penurunan ini tidak mudah, karena petugas harus memanjat untuk mencapai posisi APK yang terpasang.
Persiapan Logistik dan Cuaca Bersahabat
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Utara telah menjadwalkan distribusi logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 4-5 Agustus 2025. Badan Pusat Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah tersebut akan mendukung proses distribusi logistik. Prakirawan Stasiun Meteorologi Beringin Barito Utara, Emir Hazam, menyebutkan bahwa tidak ada hujan lebat yang akan mengganggu jadwal distribusi. Dengan kondisi cuaca yang memudahkan, proses pengiriman logistik dapat berjalan lancar.
Pengamanan oleh Personel Kepolisian
Untuk memastikan keamanan selama proses PSU, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sebanyak 403 personel pengamanan. Ratusan personel ini terdiri dari 310 orang gabungan Polda Kalteng dan 93 orang dari jajaran Polres Barito Utara. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan bahwa PSU berjalan aman, lancar, dan kondusif. Dengan jumlah personel yang cukup besar, diharapkan tidak ada gangguan yang mengancam kelancaran proses pemungutan suara.
Langkah-Langkah Kesiapan Menyeluruh
Bawaslu Barito Utara tidak hanya fokus pada penertiban APK dan pengawasan kecurangan, tetapi juga memastikan kesiapan berbagai aspek lain. Termasuk dalam hal logistik dan pengamanan. Dengan kerja sama antara berbagai instansi dan lembaga, diharapkan PSU dapat berlangsung sesuai rencana tanpa adanya kendala yang signifikan. Seluruh persiapan ini bertujuan agar proses pemungutan suara ulang dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang adil serta transparan.







