Pendekatan Unik Bernardo Tavares untuk Meningkatkan Kekompakan Tim
Persebaya Surabaya sedang bersiap menghadapi laga perdana putaran kedua Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta. Untuk membangun suasana positif sebelum menghadapi tekanan besar dari suporter tuan rumah, pelatih Bernardo Tavares memilih cara yang unik dan kreatif. Salah satu caranya adalah dengan menggelar acara barbeku bersama seluruh pemain dan staf tim.
Acara barbeku ini dilaksanakan di Gelora Bung Tomo pada Selasa (21/1/2026) di tengah padatnya jadwal latihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan antarpemain dan menciptakan suasana yang lebih santai. Dengan berada di luar rutinitas latihan, para pemain seperti Bruno Moreira dan rekan-rekannya dapat menikmati momen kebersamaan yang tidak biasa.
Bernardo Tavares menilai bahwa kekompakan tim bukan hanya tentang taktik dan fisik, tetapi juga tentang hubungan personal antar pemain. Ia percaya bahwa dengan saling mengenal karakteristik masing-masing pemain, komunikasi dan pemahaman di dalam maupun luar lapangan akan lebih mudah terjalin.
Persaingan Sehat dalam Setiap Posisi
Tavares menekankan pentingnya persaingan sehat di setiap posisi dalam skuad Persebaya Surabaya. Ia ingin semua pemain merasa memiliki kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan mereka. Menurutnya, tim yang kuat harus dibangun dari persaingan yang sehat antar pemain di setiap posisi.
Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan akan variasi karakter pemain di lapangan. “Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan membuat Persebaya Surabaya lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Kombinasi Pemain Lama dan Baru
Tavares menyadari bahwa Persebaya Surabaya memiliki kombinasi pemain lama dan wajah baru di musim ini. Proses penyatuan karakter menjadi pekerjaan penting sebelum hasil maksimal bisa dicapai. Ia berharap ruang ganti Persebaya Surabaya semakin kuat seiring berjalannya waktu. “Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya.
Laga melawan PSIM Yogyakarta diprediksi akan berlangsung keras dan emosional. Selain faktor suporter tuan rumah, PSIM tentu ingin membuka putaran kedua dengan hasil manis. Persebaya Surabaya harus siap menghadapi tekanan sejak awal pertandingan. Mental bertanding menjadi kunci agar strategi yang disiapkan Bernardo Tavares bisa berjalan optimal.
Kebersamaan sebagai Simbol Pendekatan Baru
Momen barbekuan ini menjadi simbol pendekatan baru di tubuh Green Force. Kebersamaan diharapkan menumbuhkan rasa saling percaya antarpemain di situasi sulit. Dengan atmosfer Stadion Sultan Agung yang dikenal intimidatif, kekompakan tim akan sangat diuji. Persebaya Surabaya membutuhkan solidaritas tinggi untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Bernardo Tavares tampak ingin menanamkan identitas tim yang kuat sejak laga perdana putaran kedua. Fondasi nonteknis dianggap sama pentingnya dengan taktik dan strategi. Persiapan ini menunjukkan keseriusan Persebaya Surabaya menghadapi sisa musim kompetisi. Setiap detail diperhatikan demi menjaga konsistensi performa di papan klasemen.
Kini, hasil dari barbekuan dan latihan intensif akan diuji di Bantul. Persebaya Surabaya berharap chemistry yang terbangun mampu menjadi modal penting mencuri poin dari kandang PSIM Yogyakarta.








