Penjelasan BPOM Terkait Isu Efek Samping Produk Blackmores
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan pernyataan terkait isu yang beredar mengenai dugaan efek samping dari produk Blackmores. Dua produk yang saat ini menjadi perhatian adalah Blackmores Super Magnesium+ dan Blackmores Ashwagandha+. Kedua produk tersebut diketahui ramai di Australia dan diduga memiliki potensi menimbulkan efek toksik.
BPOM memastikan bahwa suplemen Blackmores yang disebut-sebut menyebabkan masalah saraf karena kandungan vitamin B6 tinggi tidak terdaftar di Indonesia. Hal ini dapat dilihat melalui data BPOM, yang menunjukkan bahwa produk tersebut tidak tersedia dalam sistem registrasi obat dan makanan di negara ini. Untuk memverifikasi informasi lebih lanjut, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan melalui laman Cek BPOM atau aplikasi BPOM mobile.
Daftar Produk Blackmores yang Terdaftar di BPOM
Sejumlah produk Blackmores yang telah terdaftar di BPOM antara lain:
- Blackmores Koalakids Eye Shield
- Blackmores Lacta Well
- Blackmores Ultimate Omega Odourless
- Blackmores Bio D3 1000 IU
- Blackmores Garlic Oil
- Blackmores Ultimate Vibrant Skin
- Blackmores multivitamin + mineral with habbatussauda
- Blackmores Immunie Chewable
- Blackmores Fish Oil 1000 Odourless
- Blackmores Ultra Refined Habbatussauda Oil
Untuk melihat daftar lengkap produk Blackmores yang terdaftar, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BPOM.
Temuan Kandungan Vitamin B6 yang Tinggi
Dikutip dari News.com.au, Dominic Noonan-O’Keeffe mulai mengonsumsi suplemen Blackmores pada Mei 2023. Ia tidak menyadari bahwa produk magnesium yang dikonsumsinya mengandung kadar vitamin B6 yang bisa bersifat racun. Setelah beberapa waktu, ia mengalami gejala seperti kelelahan, sakit kepala, kejang otot, jantung berdebar, dan mati rasa.
Setelah diperiksa oleh dokter, ia didiagnosis mengalami neuropati akibat konsumsi vitamin B6 yang berlebihan. Meskipun ia berhenti mengonsumsi suplemen tersebut pada awal 2024, ia masih mengalami nyeri saraf dan gejala lainnya hingga saat ini.
Polaris Lawyers, firma hukum yang mewakili Noonan-O’Keeffe, menemukan bahwa produk magnesium tersebut mengandung sekitar 29 kali lipat dari jumlah asupan harian vitamin B6 yang direkomendasikan. Pendiri dan pimpinan firma hukum Melbourne, Nick Mann, menyatakan bahwa 600 warga Australia kini telah menghubungi Polaris.
Saat ini, Polaris Lawyers sedang melakukan penyelidikan untuk mengevaluasi kemungkinan mengajukan gugatan hukum terhadap Blackmores, dengan fokus pada dugaan kelebihan kandungan vitamin B6 dalam produk suplemen mereka.
“Sangat mengkhawatirkan ketika kita melihat rak vitamin di apotek mana pun di Australia, dan menemukan produk yang mengandung vitamin B6 jauh di atas batas aman harian,” ujar Nick Mann. “Apa yang terjadi pada Dominic memang tragis, tapi dia bukan satu-satunya. Kami menerima banyak laporan bahwa kadar B6 yang terlalu tinggi dalam suplemen bebas bisa menyebabkan cedera jangka panjang pada ratusan orang Australia,” tambahnya.








