INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kini resmi menjadi pusat produksi lele terbesar di Kabupaten Indramayu. Dengan produksi mencapai 20 ton per hari, lele dari Desa Puntang mengisi pasar di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Pada Kamis, 11 September 2024, Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, meresmikan “Kampung Lele” di area budidaya ikan desa tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menjelaskan bahwa sentra budidaya lele di Kecamatan Losarang tersebar di beberapa desa, namun Desa Puntang memiliki area budidaya terbesar dengan luas lahan mencapai 126 hektare. Dari area tersebut, mampu diproduksi lele sebanyak 20 ton setiap hari, dengan pengiriman minimal 8 truk ke Jabodetabek.

Edi Umaedi menambahkan bahwa budidaya lele bagi warga Desa Puntang telah menjadi mata pencaharian yang menguntungkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri.
“Perhatian Bupati Hj. Nina Agustina terhadap pembudidaya ikan lele sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bantuan dan peresmian Tugu Kampung Lele di Desa Puntang hari ini,” ungkap Edi.

Dalam sambutannya, Bupati Hj. Nina Agustina menyatakan bahwa Pemkab Indramayu berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan ketersediaan gizi dan pangan bagi masyarakat. Tingginya produksi lele di Desa Puntang ini harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indramayu sebagai pusat produksi lele.

“Kita harus menjadikan Desa Puntang sebagai sentra lele, bahkan kita harus mengubah persepsi pecel lele itu dari Indramayu, bukan dari daerah lainnya,” ujar Hj. Nina Agustina ketika meresmikan Tugu Kampung Lele.

Peresmian ini juga diharapkan menjadi simbol kemajuan Desa Puntang sebagai produsen lele terdepan di Kabupaten Indramayu dan berkontribusi besar pada perekonomian lokal.








