TEGAL, WARTAJAYAVISION.COM – Penulis dan aktivis literasi, Maman Suherman, merayakan hari ulang tahunnya dengan cara istimewa, menghabiskan waktu singkat di Tegal selama satu hari.
Perjalanannya dilakukan dengan kereta api Argo Muria dari Jakarta, mengemban “kewajiban” sebagai Penasihat “Sakila Kerti,” sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berkomitmen menyediakan perpustakaan mandiri bagi masyarakat terminal bus, pemulung, pengasong, tukang becak, dan lainnya.
Di Tegal, Maman memulai kegiatan dengan mengunjungi SMP Negeri 15. Ia menikmati sarapan bersama kepala sekolah, melihat aktivitas siswa, berbagi inspirasi di perpustakaan sekolah, dan menerima buah tangan berupa kain batik serta produk olahan siswa.
Selanjutnya, Maman berbicara dalam Rakornas Pertama “Forum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia” yang dipimpin Dr. Yusqon Yus. Dalam paparannya, ia mendorong agar perpustakaan sekolah dikelola serius, tidak sekadar menjadi tugas tambahan guru.
“Perpustakaan harus menjadi pusat pembelajaran dan kecakapan hidup, menghidupkan buku melalui berbagai aktivitas literasi,” tegasnya.
Di penghujung hari, Maman mengunjungi Lapas Kelas 2B Tegal bersama Yusqon dan Penyair Atmo Tan Sidik. Mereka bertemu warga binaan yang sedang menjalani program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. “Mereka adalah saudara kita yang sedang memperbaiki diri untuk kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Kejutan ulang tahun juga disiapkan oleh rekan-rekan perpustakaan, menambah hangat suasana. Maman pun menyampaikan rasa syukur dan harapan untuk kesehatan dan keberkahan semua pihak yang terlibat.
Sehat dan sukses selalu untuk para pegiat literasi di manapun berada.







