Indramayu, Wartajayavision.com – Pembangunan proyek irigasi yang dikelola oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A) yang ada di desa penyingkiran kidul kecamatan cantigi kabupaten indramayu diduga kuat dikuasa oleh oknum tertentu pelaksananya diduga menyimpang dari perencanan kegiatan.

Dimana diketahui program tersebut dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Direktorat Jendral Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS)

Padahal proyek ini, menelan anggaran Rp.195 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) tahun 2025.

Dugaan tersebut terjadi setelah awak media melakukan investigasi kegiatan dilapangan dan hasilnya sangat mengecewakan dan cenderung dikerjakan asal jadi.

Disinyalir, pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi (P3A) oleh kelompok Tani Payi Jaya Desa penyingkiran kidul diduga tidaks sesuai perencanan spesifikasi.

pasalnya pada pemasangan batu pondasi batu kali hanya di tancapkan saja diarea berlumpur yang masih tergenang air tanpa penggalian pondasi hanya di tumpuk sebagian di sandarkan di tanah yang ada tanpa memperdulikan kualitas dan maupun spesifikasi pekerjaan.

Warga desa penyingkiran kidul yang ditemui media ini, dilapangan yang tidak mau di sebutkan namanya yang menyampaikan keprihatinannya kepada media ini, mengenai kualitas proyek tersebut ia menilai bahwa sejak awal pelaksanan proyek ini, sudah menunjukan banyak kecurangan dan di kerjakan tidak sesuai spesifikasi ungkapnya pada media ini

Menurutnya, ia mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan proyek saluran irigasi ini dikerjakan.(borongkan-red)

Tentunya, apa yang dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A ) Desa Penyingkiran Kidul kecamatan cantigi dengan menggandeng Pihak ketiga ( Diborongkan- red) telah melanggar dalam surat keputusan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SK Menteri PUPR ) Nomor 622 / K PTS / M/202, ungkapnya pada Rabu, (27/08/2025)

Sayangnya dari pihak orang yang berkompeten atau ketua kelompok tani sampai saat belum bisa di mintai keteranganya sampai berita ini, di tayangkan.

Penulis: Drs. Solahudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *