BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum sedang memperbaiki jembatan yang menghubungkan Randusanga Kulon dengan Pantai Randusanga Indah, dengan anggaran APBD 2024 sebesar Rp1,46 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh CV Cahaya Tiga Dara.
Namun, perubahan desain jembatan dari bentang 11 meter menjadi 4 meter menuai kritik. Perubahan ini dilakukan atas permintaan warga Randusanga Wetan, yang khawatir dengan kerusakan tambak seluas 50 hektar akibat aliran air dari Sungai Kedong.
Penjabat Sekda Brebes, Sutaryono, dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Agus Pramono, membenarkan perubahan desain tersebut. Agus menjelaskan bahwa permintaan resmi dari Pemerintah Desa Randusanga Wetan memaksa penyesuaian proyek untuk melindungi tambak warga dari potensi kerusakan yang lebih parah.
Swi Agung Kabiantoro, Kepala Desa Randusanga Wetan, melalui panggilan Whatsapp mengungkapkan bahwa warganya ramai-ramai meminta perubahan desain jembatan karena kekhawatiran akan rob dan banjir yang bisa mengancam tambak-tambak di daerah tersebut. Menurutnya, dengan bentang 11 meter, air akan lebih cepat menggenangi tambak, sehingga usulan warga adalah mengembalikan lebar jembatan sesuai ukuran Sungai Kedong, yaitu 4 meter.
Ia juga menyayangkan bahwa warga Randusanga Wetan tidak dilibatkan dalam perencanaan awal proyek tersebut.
“Kami tidak diajak bicara saat perencanaan, padahal dampak sosialnya besar,” ujarnya.
Akibat perubahan ini, rekanan proyek sempat keberatan, namun akhirnya mengikuti keputusan karena desakan dari masyarakat setempat.







