BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara SP.T , MP.T menegaskan komitmennya dalam mengawal program unggulan Bupati untuk memajukan sektor agraris. Fokus utama diarahkan pada stabilitas harga komoditas, kemudahan akses sarana produksi, serta kesejahteraan petani dan nelayan. (9/2/2026).

Dalam sebuah koordinasi internal, terungkap bahwa dinas berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan program kerja Bupati dirasakan langsung oleh masyarakat. “Poin utamanya adalah bagaimana program Bupati ini menonjol dan terlaksana dengan baik di lapangan,” ujar narasumber dari Dinas Pertanian.

Tiga Pilar Pertanian di Brebes

Sektor pertanian menjadi tulang punggung dalam visi besar pembangunan daerah. Setidaknya ada tiga poin krusial yang menjadi mandat utama:

  • Stabilitas Harga Bawang: Menjaga agar harga bawang merah tetap kompetitif dan tidak merugikan petani saat panen raya.
  • Pembenahan Distribusi Pupuk: Memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.
  • Kesejahteraan Petani dan Nelayan: Program bantuan dan pendampingan untuk meningkatkan taraf hidup pelaku sektor primer.

Menerjemahkan Visi “Brebes Beres”

Dinas Pertanian juga berperan aktif dalam mewujudkan visi “Brebes Beres” (Beradab, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera).

Sektor pertanian dinilai menjadi motor penggerak Ekonomi Tangguh. Namun, aspek lain seperti Responsif dalam pelayanan publik dan Edukatif dalam memberikan penyuluhan kepada petani juga menjadi prioritas. Tujuannya satu: mengakselerasi terciptanya masyarakat tani yang sehat dan sejahtera.

Klarifikasi Soal Pupuk Subsidi dan e-RDKK

Menanggapi isu ketersediaan pupuk, pihak dinas menyatakan bahwa saat ini harga pupuk subsidi cenderung stabil sesuai edaran pemerintah, yakni di kisaran Rp90.000 hingga Rp92.000.

Namun, masyarakat diingatkan bahwa akses pupuk subsidi tidak cukup hanya dengan KTP. Petani wajib terdaftar dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Banyak keluhan mengenai sulitnya mendapat pupuk, namun setelah dicek, ternyata petani yang bersangkutan belum terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kuota tidak tersedia. Pemerintah hanya menyalurkan subsidi bagi mereka yang datanya sudah tervalidasi,” jelasnya.

Melalui pendataan yang lebih akurat dan edukasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis sektor pertanian akan semakin solid dalam menopang perekonomian daerah di masa depan.

Penulis: Teguh AW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *