Penyebab Inflasi di Kota Malang dan Upaya Pengendaliannya

Inflasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk para ekonom dan lembaga keuangan. Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, inflasi ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi baik di tingkat domestik maupun global. Salah satu ahli ekonomi, Joko Budi Santoso, mengatakan bahwa gejolak geopolitik memiliki dampak langsung pada harga emas, yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, faktor dalam negeri juga turut berkontribusi. Kasus beras premium oplosan dan perubahan cuaca yang mengganggu produksi komoditas pangan menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga. Hal ini menyebabkan peningkatan biaya produksi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan darat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga

Beberapa komoditas seperti pakan ternak, pupuk non-subsidi, bibit, dan obat-obatan berperan besar dalam menaikkan biaya produksi. Dampaknya, harga komoditas pangan akhirnya meningkat. Untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari pabrikan besar, Joko mengusulkan adanya proyek pilot smart integrated farming. Proyek ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia dan meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, cabai rawit menjadi salah satu penyebab utama inflasi di Kota Probolinggo pada Juli 2025 dengan angka sebesar 0,22% (month to month/MtM). Menurut data dari Bank Indonesia Perwakilan Malang, inflasi IHK pada Juli 2025 terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,13% (MtM).

Komoditas lain seperti tomat, beras, telur ayam ras, dan emas perhiasan juga memberikan kontribusi signifikan. Kenaikan harga produk hortikultura disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung produksi. Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras terjadi karena naiknya biaya pakan dan ongkos produksi.

Inflasi di Kota Malang

Inflasi di Kota Malang pada Juli 2025 mencapai 0,12% (MtM), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencatatkan 0,38% (MtM). Dengan capaian ini, Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 2,24% (year on year/YoY).

Kenaikan harga di Kota Malang terutama didorong oleh kelompok Pendidikan, dengan andil 0,09% (MtM). Komoditas penyebab inflasi antara lain tomat, beras, bawang merah, sekolah dasar, dan bensin. Kenaikan harga beras terjadi karena kurangnya pasokan dari produsen beras, sementara kenaikan harga bawang merah dan tomat disebabkan oleh keterbatasan stok di level pedagang.

Selain itu, kenaikan harga sekolah dasar terjadi karena adanya penyesuaian biaya operasional pendidikan menjelang pergantian tahun ajaran baru. Sementara itu, kenaikan harga bensin terjadi karena penyesuaian harga BBM nonsubsidi dalam kisaran 3-5% selama Juli 2025.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Untuk menghadapi tekanan inflasi, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait. Salah satunya adalah dengan meningkatkan produksi lokal dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan. Selain itu, penguatan sistem distribusi dan pengendalian harga juga diperlukan agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali.

Dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi inflasi, diharapkan dapat tercapai stabilitas ekonomi yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *