Wartajayavision.com,

– Bagi Anda yang gemar traveling, kemungkinan besar sudah pernah mendengar keberadaan sebuah pulau di Sangihe, Sulawesi Utara, yang berjulukan “Negeri 8 Pantai”.

Memang, secara popularitas, pulau ini belum begitu terkenal, dan bisa dibilang masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Raja Ampat yang berada di Papua Barat Daya.

Namun, jika diperhatikan, pulau ini memiliki struktur alam yang mirip dengan Raja Ampat, yakni memiliki pulau-pulau kecil di dekatnya.

Lantas dimana letak pulau ini dan apa saja keunggulannya? Beberapa waktu lalu Wartajayavision.com,mendapatkan kesempatan untuk mengeksplore-nya. Simak ulasan lengkapnya hingga akhir.

Pulau Para, Pintu Masuk Sangihe

Negeri 8 Pantai berada di Pulau Para yang secara administratif berada di Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pulau Para oleh sebagian masyarakat disebut sebagai pintu masuk Sangihe. Sebab jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Kepulauan Sitaro, dibandingkan dengan pusat administratif Sangihe, yakni Tahuna.

Jika berada di Siau, Anda hanya membutuhkan waktu sekira satu jam untuk bisa sampai Pulau Para, dengan menggunakan kapal cepat.

Sedangkan dari Tahuna, Anda harus menempuh 2-3 jam untuk bisa sampai ke Pulau Para, dengan kapal cepat.

Namun perlu diingat, kapal cepat tidak setiap hari singgah di pulau ini. Entah itu dari Manado maupun dari Tahuna.

Keunggulan Pulau Para

Pulau Para sebenarnya memiliki banyak destinasi yang wajib dikunjungi oleh para travelers, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga wisata sejarah.

Wisata Alam

Seperti telah dijelaskan di awal, pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Pulau Para memiliki panorama alam yang memikat, salah satunya adalah Pulau Salangkere. Pasir pantainya putih, dengan pemandangan alam bawah laut yang begitu cantik.

Ada juga Pulau Nitu, yang tepat berhadapan dengan Kampung Para Lelle. Pulau ini sudah banyak dikunjungi wisatawan. Apalagi fasilitasnya sudah cukup memadai.

Sama seperti yang lainnya, Pulau Nitu cocok untuk Anda yang hobi beraktivitas di laut, bagus untuk snorkeling maupun diving.

Lalu, apa yang dimaksud Negeri 8 Pantai? Julukan ini dibuat dengan mempertimbangkan bahwa Pulau Para memiliki delapan titik pantai pasir putih yang sangat indah.

Bahkan, pada salah satu pantainya yang diberi nama Pantai Duasawang, pengunjung jika beruntung bisa melihat satwa Maleo Gosong.

Banyak satwa menarik yang kemungkinan bisa disaksikan jika berada di Pulau ini, termasuk Barakuda, Penyu, dan lainnya.

Wisata Budaya

Pulau Para juga juga menyajikan wisata budaya yang tak kalah menarik dan digelar setahun sekali, yakni Seke Maneke.

Tradisi menangkap ikan secara bersama dengan peralatan tradisional yang terbuat dari beberapa bahan alam seperti bulutui, janur, kelapa, rotan ini dilakukan setiap bulan Juni.

Wisata Sejarah

Di Pulau ini juga wisatawan bisa mengunjungi beberapa lokasi yang bernilai sejarah. Di antaranya adalah kubur Beatrix, yakni seorang perempuan Portugis yang berprofesi sebagai bidan di zaman dulu.

Beatrix disebut meninggal ketika kapal yang dikendarainya mengalami kecelakaan di dekat Pulau Para.

Keberadaan kuburnya itu menjadi penanda bahwa Portugis pernah mendiami wilayah tersebut, sebelum datangnya bangsa penjajah lainnya.

Tak hanya itu, ada juga Pohon Kamboja yang diduga sudah berusia ratusan tahun. Untuk bisa sampai ke Pohon Kamboja di puncak Pulau Para, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sejauh 2 Km.

Keramahan Masyarakat

Masyarakat Kampung Para, sebagaimana pengalaman

Wartajayavision.com,

, sangat ramah dalam melayani setiap pengunjung yang datang.

Apalagi di Kampung Para Lelle saat ini, sudah berdiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas).

Terungkap bahwa sekarang ini sudah tersedia paket trip menarik bagi Anda yang gemar traveling, dengan harga ramah di kantong.

Memang, saat ini Negeri 8 Pantai belum seterkenal Raja Ampat. Namun bukan tidak mungkin Pulau Para di Sangihe bisa menjadi saingan berat Raja Ampat nanti.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *