Wartajayavision.com,
,
Jakarta
–
Museum Louvre
di Paris, yang terkenal dengan lukisan Mona Lisa, tutup pada Senin, 16 Juni 2025, pagi. Tanpa pemberitahuan yang jelas, ribuan pengunjung terdampar dalam antrean panjang di luar piramida kaca yang ikonik itu.
Salah satunya adalah Kevin Ward yang datang dari Milwaukee, Wilsconsin, Amerika Serikat. Dia bersama pengunjung lainnya sudah mengantre untuk masuk ke dalam museum itu.
“Seperti ada rintihan Mona Lisa. Ribuan orang menunggu, tidak ada komunikasi, tidak ada penjelasan. Saya rasa dia butuh libur sehari,” ujar pria 62 tahun itu, kepada AP, seperti dikutip dari
Fox News
.
Museum Louvre jarang sekali tutup. Beberapa kali ditutup selama selama perang, pandemi, dan aksi mogok staf pada tahun 2019. Tapi tidak seperti kemarin, turis-turis sudah membeli tiket dan antre. Namun tidak ada penjelasan museum tutup begitu saja. Bahkan s
ampai menjelang siang hari, belum ada informasi lebih lanjut dari museum.
Protes karyawan
Perwakilan serikat Sarah Sefian dari CGT-Culture mengatakan bahwa penutupan tersebut terjadi karena gerakan spontan di antara staf bagian depan, termasuk petugas galeri, resepsionis, dan petugas keamanan. Mereka memprotes kondisi kerja yang memburuk.
“Ini adalah gerakan yang dipimpin oleh agen resepsionis yang menderita akibat kondisi kerja di Louvre,” kata Sefian, dikutip dari
Independent
.
Sefian menjelaskan, awalnya para staf berkumpul di auditorium pada pukul 10.30 untuk sesi informasi bulanan terjadwal, lalu berubah menjadi ekspresi kekesalan massal. Para staf pun memutuskan untuk tetap bersama sampai manajemen tiba dan berbincang dengan para pimpinan museum.
“Semua peran yang terkait dengan penerimaan pengunjung terpengaruh. Kepadatan dan kekurangan staf adalah masalah utama yang diangkat,” ujarnya.
Hingga tengah hari, museum tetap tutup, sementara pengunjung sampai ke dalam kompleks perbelanjaan bawah tanah. Beberapa pengunjung menyerah dan pergi. Sebuah pesan di situs web resmi museum mengungkapkan alasan museum ditutup.
“Karena pemogokan di Prancis, museum mungkin buka lebih lama dan beberapa ruang pameran mungkin tetap tutup. Kami berterima kasih atas pengertian Anda,” bunyi pernyataan tersebut.ujuan wisata paling populer di Eropa dan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia.
Memo pemimpin museum
Museum Louvre salah satu destinasi wisata paling populer di Eropa dan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Sekitar 8,7 juta wisatawan mengunjungi museum itu pada tahun 2024. Awal tahun 2025, surat Laurence des Cars, Presiden Louvre, yang memperingatkan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, bahwa bangunan museum tersebut dalam kondisi yang sangat buruk bocor ke surat kabar Paris Le Parisien itu.
Dalam surat itu Laurence Des Cars menjelaskan
bahwa beberapa bagian dari museum tersebut tidak lagi kedap air, fluktuasi suhu membahayakan karya seni yang tak ternilai harganya, dan bahwa kebutuhan dasar pengunjung, seperti toilet, makanan, dan papan tanda, semuanya berada di bawah standar internasional dan perlu didesain ulang.
Hanya selang beberapa hari, Presiden Prancis, Emmanuel Macron
meluncurkan rencana jangka panjang untuk museum tersebut. Namun menurut pekerja museum, rencana tersebut sangat terasa sangat jauh. Sefian mengatakn timnya tidak bisa menuggu sampai enam tahun untuk mendapatkan bantuan. “Tim kami kini berada di bawah tekanan. Ini bukan hanya tentang seni – ini tentang orang-orang yang melindunginya,” ujarnya, seperti dikutip dari
France24
.
Menurut Sefian banyak staf yang berencana untuk tidak bertugas sepanjang hari, dan yang lainnya mungkin kembali bekerja sementara untuk membuka akses menuju koleksi mahakarya selama beberapa jam. Seluruh museum mungkin akan dibuka kembali seperti biasa pada hari Rabu, 18 Juni 2024.








