Indramayu, wartajayavision.com – Kondisi jalan desa di wilayah Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, tepatnya menuju Bendung HBM (Caplokan), kini memprihatinkan. Jalan berlubang dan rusak parah tersebut dikhawatirkan menimbulkan korban kecelakaan, khususnya bagi pengguna sepeda motor.

Jalan desa ini berada di area tanggul saluran pembuang Cibuaya, yang masuk dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, baik BBWS maupun Pemerintah Desa Krimun terkesan saling lepas tangan sehingga perbaikan tidak kunjung dilakukan.

Awalnya, perbaikan pernah dilakukan melalui program Pembangunan Puspa Pemkab Indramayu yang membangun rabat beton di atas tanah yayasan. Sayangnya, infrastruktur tersebut tidak dipelihara dengan baik sehingga kembali rusak.

Kuwu Desa Krimun, Toiman, saat dikonfirmasi usai kegiatan peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Losarang, mengakui kerusakan jalan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan perbaikan berada pada BBWS, bukan pemerintah desa.

> “Benar jalan itu masuk wilayah Desa Krimun, tapi kewenangan pembangunan dan perbaikan ada di BBWS. Walau pembiayaan rabat beton kemarin memang dari APBD Indramayu,” ujar Toiman.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan Pemdes dapat mengajukan usulan perbaikan.

“Kalau ada kemauan dan kesigapan Pemdes, tentu bisa. Ada kemauan pasti ada jalan,” tambahnya.

Sementara itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan sikap pemerintah desa yang terkesan diam melihat kondisi tersebut.

“Inikan jalan desa. Kok dibiarkan rusak, apakah harus menunggu ada korban kecelakaan dulu baru diperbaiki?” ungkapnya, Rabu (10/09/2025).

Warga berharap Pemkab Indramayu, BBWS, dan Pemdes Krimun segera berkoordinasi untuk memperbaiki jalan tersebut agar tidak menelan korban jiwa.

Penulis: PransEditor: RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *