Indramayu, wartajayavision.com – Jalan Manunggal Kandanghaur yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Gang Bongas merupakan akses penghubung antara Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, dengan Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian warga dari dua kecamatan tersebut.
Namun ironisnya, kondisi jalan yang disebut-sebut berstatus jalan kabupaten itu kini memprihatinkan. Warga pun mempertanyakan kepemilikan dan tanggung jawab pemeliharaan jalan tersebut.

“Ini jalan milik siapa?” keluh sejumlah pengguna jalan, seraya menyayangkan minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Sorotan terhadap kondisi Gang Bongas juga mencuat melalui kanal Ang Yas, yang mempertanyakan apakah pejabat terkait—disebut E1 dan E2—tengah sibuk dengan agenda lain hingga abai terhadap kondisi jalan penghubung strategis ini.
Disebutkan, kerusakan parah berada tepat di depan SD Negeri Parean Girang III, sehingga sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah. Kondisi jalan berlubang dan becek membuat sepatu siswa kerap kotor dan licin saat melintas.
Kamis, 7 Januari 2025, Pantauan awak media di lapangan menunjukkan jalan rusak parah, berlubang, dan tergenang lumpur. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu kecelakaan.

Awak media menilai, pemerintah kecamatan sebagai kepanjangan tangan pemerintah kabupaten seharusnya lebih proaktif menyampaikan kondisi ini kepada pihak terkait, agar tidak terkesan menutup mata terhadap keluhan masyarakat.
Warga berharap pada tahun anggaran 2026, perbaikan Jalan Manunggal Kandanghaur atau Gang Bongas dapat segera direalisasikan, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.








