Pengelolaan jadwal penerbangan menjadi faktor penting dalam industri penerbangan, dan kinerja ketepatan waktu maskapai serta bandara menjadi indikator utama keberhasilan operasional. Laporan On-Time Performance Review 2025 yang dirilis oleh Cirium, perusahaan analitik penerbangan terkemuka, memberikan gambaran menyeluruh tentang performa industri ini di seluruh dunia.

Laporan ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam kinerja ketepatan waktu maskapai, termasuk di kawasan Asia-Pasifik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Philippine Airlines (PAL), yang berhasil meraih predikat sebagai maskapai paling tepat waktu di kawasan tersebut pada tahun 2025.

Kinerja Philippine Airlines

Philippine Airlines mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 83,12 persen, sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan posisi mereka pada tahun 2024, di mana PAL berada di peringkat ketujuh dengan skor 76,06 persen. Pencapaian ini menunjukkan upaya besar yang dilakukan oleh maskapai nasional Filipina untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya.

Di tingkat regional, PAL berhasil mengungguli sejumlah maskapai besar seperti Air New Zealand, All Nippon Airways (Jepang), Singapore Airlines, dan Japan Airlines. Berikut daftar 10 maskapai paling tepat waktu di Asia-Pasifik menurut laporan Cirium:

  • Philippine Airlines (Filipina): 83,12 persen
  • Air New Zealand (Selandia Baru): 79,29 persen
  • All Nippon Airways (Jepang): 78,88 persen
  • Singapore Airlines (Singapura): 78,58 persen
  • Japan Airlines (Jepang): 78,25 persen
  • IndiGo (India): 78,12 persen
  • Cathay Pacific (Hong Kong): 76,78 persen
  • Virgin Australia (Australia): 76,54 persen
  • Qantas (Australia): 76,51 persen
  • Korean Air (Korea Selatan): 75,34 persen

Maskapai Terbaik di Dunia

Secara global, maskapai dari Amerika Latin dan Timur Tengah mendominasi peringkat teratas. Aeromexico, maskapai asal Meksiko, kembali mempertahankan gelar sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia dengan skor 90,02 persen. Berikut 10 maskapai paling tepat waktu di dunia menurut laporan Cirium:

  • Aeromexico (Meksiko): 90,02 persen
  • Saudia (Arab Saudi): 86,53 persen
  • Scandinavian Airlines (Skandinavia): 86,09 persen
  • Azul Airlines (Brasil): 85,18 persen
  • Qatar Airways (Qatar): 84,42 persen
  • Iberia (Spanyol): 83,52 persen
  • Latam Airlines (Chili): 82,40 persen
  • Avianca (Kolombia): 81,73 persen
  • Turkish Airlines (Turki): 81,41 persen
  • Delta Air Lines (Amerika Serikat): 80,90 persen

Kinerja Bandara

Selain maskapai, Cirium juga merilis peringkat bandara berdasarkan ketepatan waktu. Menariknya, Bandara Changi Singapura tidak masuk dalam daftar peringkat tahun ini. Di kategori bandara besar dengan volume 25–40 juta penumpang per tahun, Bandara Internasional Arturo Merino Benitez di Santiago, Chili, menjadi yang terbaik dengan skor 87,04 persen.

Sementara itu, pada kategori bandara menengah dengan 15–25 juta penumpang, Bandara Internasional Tocumen di Panama menjadi yang terbaik dengan skor 93,34 persen.

Metode Penilaian Ketepatan Waktu

Cirium menjelaskan bahwa penilaian ketepatan waktu dalam laporan On-Time Performance Review didasarkan pada data penerbangan yang dikumpulkan secara real time dari ratusan sumber global. Sebuah penerbangan dinilai tepat waktu jika tiba di gate dalam rentang maksimal 15 menit dari jadwal kedatangan yang telah ditentukan.

Dalam penghitungan ini, Cirium hanya memasukkan penerbangan yang benar-benar beroperasi, bukan penerbangan yang dibatalkan. Persentase ketepatan waktu dihitung dari total penerbangan yang tercatat sepanjang tahun.

Untuk penilaian bandara, ketepatan waktu diukur berdasarkan keberangkatan, yakni persentase penerbangan yang meninggalkan gate dalam batas waktu 15 menit dari jadwal. Seluruh data tersebut dihimpun dari lebih dari 600 sumber informasi penerbangan, termasuk maskapai, bandara, sistem distribusi global, serta otoritas penerbangan, sehingga dinilai mencerminkan kondisi operasional sebenarnya di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *