Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dengan konflik dan perang di berbagai belahan dunia. Perang antara Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung, pertempuran antara pejuang Hamas dan Israel, serta konflik antara Israel dan Iran menjadi salah satu peristiwa penting yang mengguncang dunia. Selain itu, konflik antara Kamboja dan Thailand, pembantaian di El Fasher, dan perang India-Pakistan juga menjadi bagian dari dinamika politik global yang kompleks.

Perang antara Israel dan Palestina masih terus berlanjut sejak Oktober 2023. Agresi Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 70 ribu warga Palestina, termasuk banyak anak-anak. Infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih hancur akibat serangan udara. Rumah sakit pun tidak aman, dengan banyak tenaga medis yang tewas atau ditangkap. Menurut laporan Insecurity Insight, tercatat ratusan insiden kekerasan terhadap layanan kesehatan di wilayah Palestina. Blokade bantuan memperparah kondisi kemanusiaan di sana.

Pertukaran tahanan dan perjanjian gencatan senjata sempat terjadi pada 10 Oktober 2025, namun Israel sering kali melanggar kesepakatan tersebut. Hingga akhir tahun, setidaknya 414 warga Palestina tewas dalam serangan militer Israel. Hamas dan otoritas Palestina terus meminta Israel untuk menarik pasukannya dari wilayah Gaza.

Perang Israel-Iran berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025. Serangan Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran memicu balasan dari Iran dengan peluncuran rudal dan drone. Korban jiwa mencapai ratusan orang di kedua belah pihak. Iran menyatakan bahwa pasukan militer mereka kini lebih siap menghadapi konfrontasi jika diperlukan.

Konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung sejak Februari 2022. Lebih dari 250 ribu tentara Rusia dilaporkan tewas, sementara korban di pihak Ukraina mencapai 80 ribu jiwa. Wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia meningkat, termasuk Krimea dan Donbas. Upaya perdamaian dengan bantuan Presiden AS Donald Trump belum berhasil mencapai kesepakatan. Putin memerintahkan pasukan militer untuk membentuk “zona keamanan” di perbatasan Rusia-Ukraina.

Perang antara Kamboja dan Thailand dimulai pada Juli 2025 akibat sengketa teritorial. Pertempuran mengakibatkan lebih dari 96 korban jiwa, dengan jutaan orang mengungsi. Pada 27 Desember 2025, kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata, meskipun hubungan tetap rapuh.

Perang singkat antara India dan Pakistan terjadi pada Mei 2025. Insiden di Pahalgam memicu serangan balasan. Kedua negara menggunakan rudal jelajah dan drone dalam pertempuran. Setidaknya 50 orang tewas dalam konflik ini.

Di Sudan, perang saudara berlangsung dengan intensitas tinggi. Pasukan Dukungan Cepat (RSF) merebut El Fasher, menewaskan ratusan warga sipil. Konflik ini disebut sebagai pembantaian berbasis ras antara etnis Arab dan non-Arab. RSF diduga menerima dukungan dari Uni Emirat Arab dalam perang tersebut.

Seluruh peristiwa ini menunjukkan bahwa dunia pada 2025 penuh dengan ketidakstabilan dan konflik yang memengaruhi kehidupan jutaan orang. Perang dan pertempuran tidak hanya mengorbankan nyawa, tetapi juga merusak infrastruktur dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *