KABUPATEN CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM – Kementerian Agama (Kemenag) meresmikan Program Kampung Zakat di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/11/2024). Program ini juga melibatkan inisiatif Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi 300 kepala keluarga penerima manfaat.
Acara peluncuran ini turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Kabag TU Kemenag Jawa Barat, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, camat, kapolsek, Danramil dan perangkat desa setempat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa Kampung Zakat merupakan solusi penanggulangan kemiskinan berbasis pengelolaan zakat produktif. “Program ini memberikan kebutuhan dasar seperti air bersih, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan SDM,” ungkapnya.
Program WASH: Menyediakan Akses Air Bersih
Inisiatif WASH adalah bagian dari Program Kampung Zakat yang fokus pada penyediaan akses air bersih, sanitasi layak, dan edukasi kebersihan masyarakat. Di Desa Guwa Lor, masyarakat sering kesulitan air bersih meski memiliki sistem irigasi yang memadai. Program ini mencakup pembangunan sarana air bersih seperti sumur dan tangki distribusi.
Kolaborasi untuk Keberhasilan Program
Kampung Zakat diinisiasi oleh Kemenag bersama BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan pemerintah daerah. Waryono menekankan pentingnya kolaborasi. “Kesuksesan program ini bergantung pada kerja sama semua pihak, termasuk roadmap pengembangan hingga 2026,” tuturnya.
Potensi Wakaf Logam Mulia
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ajam Mustajam, juga mengusulkan pengembangan program wakaf logam mulia di Cirebon. “Potensi ini dapat mendukung pembangunan infrastruktur dan ekonomi umat,” jelasnya. Ia berharap Cirebon dapat menjadi Kota Wakaf berikutnya di Jawa Barat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kabag Kesra Kabupaten Cirebon, Iik Ahmad Rifai, menyebut program ini membantu upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. “Kampung Zakat sangat mendukung tugas kami. Kami berharap program ini dapat berkembang lebih luas,” katanya.
Kuwu Desa Guwa Lor, H. Maksudi, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat bersyukur Desa Guwa Lor menjadi percontohan Kampung Zakat. Program ini membantu warga kami, terutama dalam akses air bersih dan kebutuhan ekonomi,” ujarnya.
Acara Simbolis dan Peletakan Batu Pertama

Peresmian Kampung Zakat diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat penerima zakat dan peletakan batu pertama untuk infrastruktur WASH. Dengan program ini, Desa Guwa Lor menjadi pionir pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat di Cirebon.










