CIREBON RAYA, WARTAJAYAVISION.COM – Oknum wartawan sebut saja Sukron, yang bekerja di salah satu media online, diduga sering membuat ulah tidak profesional. Ia sering mengadu domba antar sesama wartawan, mencari muka kepada pimpinan, dan berpindah-pindah media. Meskipun mengaku sebagai wartawan, tidak jelas apakah ia memiliki karya tulis yang kredibel.
Yang lebih mengejutkan, Sukron diduga berani memalsukan tanda tangan Pimpinan Forum Wartawan Desa dan Sekolah (Forwades) Kuningan. Sukron sering kali membuat surat dan memalsukan tanda tangan orang lain, baik untuk konfirmasi maupun proposal.

Hal ini terbukti ketika terbongkarnya surat proposal bantuan untuk pembangunan kantor cabang di wilayah Indramayu dengan memalsukan tanda tangan ketua Forwades Kuningan. Surat tersebut disebarkan di Cirebon Raya dengan menggunakan kop surat Forwades dan logo 15 media.
Salah satu rekan Sukron yang tidak mau disebut namanya, mengonfirmasi bahwa setiap pagi Sukron selalu menyebarkan surat proposal Forwades. Ia menggunakan surat proposal tersebut untuk datang ke toko-toko pupuk bersubsidi di Cirebon Raya, mengklaim bahwa surat tersebut dapat membackup LSM dan wartawan lain yang datang ke toko pupuk tersebut.
Pemilik salah satu toko pupuk merasa kecewa dengan ulah Sukron. “Dia mengaku sebagai Suradi dan mengatakan bahwa tidak akan ada LSM atau wartawan lain yang datang ke toko pupuk saya. Namun, masih banyak LSM atau wartawan yang datang. Percuma saya sudah memberi uang kepada Forwades,” keluh pemilik toko pupuk tersebut.

Setelah surat proposal Forwades yang diduga dipalsukan Sukron mencuat, Suradi melalui WhatsApp menanyakan alamat Sukron untuk memberi somasi melalui kuasa hukumnya. Ketika Sukron datang ke Kuningan di kantor kuasa hukumnya, ia mengakui perbuatannya memalsukan tanda tangan Suradi dan meminta uang ke toko pupuk dengan menggunakan logo Forwades serta 15 logo media. Namun, Sukron membuat pernyataan bahwa ia akan menghadirkan 15 temannya yang setiap hari bersama dia datang ke toko pupuk.

Suradi menegaskan, “Silakan saja Sukron berdalih melibatkan 15 temannya, namun apabila dalam surat pernyataannya ia tidak dapat menghadirkan 15 teman tersebut, saya akan berkordinasi dengan kuasa hukum saya dan segera membuat laporan polisi.”
Ketika awak media ingin mengonfirmasi Sukron, ia terlebih dahulu memblokir nomor WhatsApp awak media.








