Wartajayavision.com,, Jakarta – Kota Padang mendapatkan nominasi ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025 kategori Circular Economy. Ada tiga program Kota Padang dalam pengelolaan sampah yang dinilai dalam ajang tersebut.

“Pencapaian ini didapat berkat inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat luas, ” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta dalam keterangan resminya pada Selasa 8 Juli 2025.

Dia mengatakan, nominasi tersebut diraih karena berbagai program inovatif pengelolaan sampah. “Program bank sampah berbasis masyarakat yang bekerja sama dengan PT Pegadaian melalui ‘Meng Emaskan Sampah’ dan ‘Sampah Jadi Uang’ memungkinkan warga menukar sampah daur ulang dengan emas, uang tunai, atau tabungan,” kata Fadelan.

Dia mengatakan program ini telah mengalihkan sekitar 15 persen sampah harian dari pembuangan akhir dan menghasilkan nilai ekonomi Rp 3,66 miliar.Selain itu, Kota Padang mengembangkan budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengelola sampah organik.

“Pusat dekomposisi maggot pertama yang diluncurkan pada 2024 mampu mengubah lebih dari 22 ton sisa makanan per hari menjadi pakan ternak,” katanya.

Selain itu, Program Nabuang Sarok yang bekerja sama dengan PT Semen Padang juga mendorong masyarakat menyetorkan sampah anorganik bernilai rendah seperti plastik kresek, sachet, kertas, dan kain bekas untuk dijadikan bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup, Kota Padang menghasilkan sekitar 750 ton sampah setiap hari. Tiga perempat di antaranya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin yang diprediksi akan penuh pada 2026. “Menyadari beban ini, Kota Padang mulai menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah,” ujar Fadelan

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang saat ini juga sedang dalam proses pembangunan Refuse-Derived Fuel (RDF) di TPA Aie Dingin dengan kapasitas mengolah 200 ton sampah per hari untuk mendukung kebutuhan energi PT Semen Padang.

Kemudian, katanya, Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kota Padang 2024 telah melembagakan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dengan target mengurangi timbulan sampah 30 persen dan memastikan 70 persen sampah dikelola dengan baik.

“Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) berbasis masyarakat hingga tingkat kelurahan, serta asosiasi penggiat maggot dan asosiasi bank sampah, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *