BREBES – WARTAJAYAVISION.COM – Melalui akun media sosial milik Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, berbagai keluhan dan pengaduan warga bermunculan terkait program Jumat Bersih yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.
Dalam unggahan yang menampilkan Bupati Paramitha turun langsung ke lapangan bersama Wakil Bupati Brebes, bahkan rela hujan-hujanan dan mengangkut sampah dengan truk, warga justru memanfaatkannya sebagai momen untuk menyampaikan beragam permasalahan lingkungan yang mereka hadapi.
Beberapa komentar warga yang masuk antara lain:
Muhamad Farid Risqi:
“Ke Dukuhturi Ketanggungan, Mb Mitha yuk, arah Bulakelor banyak banget sampahnya. Apalagi di dalam makam. Iya, bener arah Jatibarang sampah mulu. Apa maning, di Brug Larangan sampai Brug Lebak, sampah tok numpuk!”
Warga lain juga menyampaikan keluhan tentang banjir di wilayah Ketanggungan:
“Bu Paramitha, di Desa Ketanggungan RT 003/003 dan RT 004/003, tepatnya dari lampu merah ke utara, kalau hujan airnya bisa naik dan banjir. Apalagi kalau Sungai Babakan meluap. Ini cuma air hujan, Bu. Airnya surutnya lama, bisa sampai berjam-jam. Tolong Bu, kasih solusi biar airnya tidak mandeg di situ terus.”

Tak hanya soal sampah dan banjir, warga juga menyoroti kondisi jalan rusak dan minimnya fasilitas:
“Sampah di Brebes bukan cuma soal kedisiplinan warga, tapi tanda bahwa sistem pengelolaannya masih jauh dari ideal. Larangan buang sampah memang penting, tapi tanpa fasilitas, edukasi, dan pengawasan yang konsisten, larangan itu hanya jadi tulisan tanpa makna.”
“Bu, itu yang di Taman Terlangu, sampahnya sampai memakan badan jalan. Tolong ditindaklanjuti, biar enak kalau lewat, nggak bau.”
Warga juga mengeluhkan infrastruktur di perbatasan:
“Ibu Bupati & Pak Wakil, tolong perhatikan Brebes Barat (perbatasan), terutama jalannya (Losari – Bojongsari). Malu sama tetangga kabupaten. Apalagi Losari, mukanya Brebes ujung barat.”
Keluhan serupa datang dari berbagai desa:
Desa Wlahar: Warga buang sampah di pinggir kali.
Pasar Jatibarang: Sampah jarang diangkut, got tersumbat, pedagang tak nyaman.
Belakang Polsek Losari: Ada wisata baru, katanya, “Gejlugan Sewu” dan “Padang Sampah”.
Desa Pakijangan, Kubangwungu, Karangsembung, dan Kersana Banjarharjo: Sampah menumpuk dan tidak diangkut dalam waktu lama.
Sebagian besar warga berharap adanya:
- Penambahan TPS besar di tiap kecamatan seperti di Tegal.
- Perbaikan jalan arah Sawo Jajar, dari lampu merah Bakti Asih ke Desa Sawojajar.
- Pemanfaatan dana desa untuk pengelolaan sampah dan pencegahan banjir.
- Edukasi dan pengawasan terhadap kebiasaan buang sampah sembarangan.
Salah satu komentar menggambarkan semangat warga:
“Saya yakin masyarakat Brebes mau berubah, asal diberi kesempatan dan fasilitas. Pemerintah bisa mulai dengan menambah TPS, memperbaiki jadwal angkut sampah, serta mengajak komunitas dan sekolah untuk aktif dalam edukasi lingkungan.”

Warga menyampaikan kritik bukan karena benci, tapi karena cinta. Karena Brebes adalah rumah, dan rumah yang bersih hanya bisa terwujud jika sistem berjalan dengan benar. Mereka berharap Jumat Bersih menjadi titik awal kolaborasi nyata antara rakyat dan pemimpinnya.









