Wartajayavision.com,– PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam membuat penjadwalan otomatis armada bus di tiap halte.

Penggunaan AI oleh Transjakarta ini disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di jalanan dan menciptakan sinergi antara pusat komando serta operasional lapangan.

Dikutip dari situs berita ANTARA dan situs resmi jakarta.go.id, Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi, mengonfirmasi hal tersebut.

Raditya mengatakan bahwa penjadwalan ini diperoleh dari hasil analisis AI terhadap pola mobilitas pelanggan di tiap halte dan armada berdasarkan data historis.

Penjadwalan tersebut nantinya dikirimkan langsung ke unit on-board (OBU) pada setiap bus, menciptakan integrasi menyeluruh antara pusat komando dan operasional lapangan.

“Dengan penerapan AI, kami tidak lagi mengandalkan intuisi semata, tetapi mengambil keputusan berbasis prediksi dan data akurat,” kata Raditya.

Menurutnya, fenomena halte-halte kosong dengan armada bus yang datang akan semakin berkurang dengan pemanfaatan AI.

Adapun distribusi armada yang datang diyakini akan jauh lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Raditya menjelaskan bahwa efisiensi tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan Transjakarta melainkan juga pengelolaan anggaran publik yang lebih bertanggung jawab.

“Teknologi AI (ini) membuka babak baru dalam pengelolaan (layanan) transportasi publik yang berkelanjutan,” jelas Raditya.

Sebelumnya penggunaaan teknologi AI sudah diterapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta yang bekerja sama dengan Google Indonesia dalam mengurangi kemacetan.

Penerapan Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis AI telah diuji coba di lima ruas jalan Jakarta pada awal 2023.

Lima ruas jalan tersebut antara lain Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, dan Jalan Pemuda.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dengan Google ini adalah langkah menuju kota berkelanjutan (sustainable city) dalam penggunaan teknologi informatika.

Jakarta diketahui menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis kondisi kemacetan lalu lintas.

Penggunaan AI diharapkan bukan hanya untuk memajukan Jakarta tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan efektivitas pengelolaan kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *