Indramayu, wartajayavision.com – Peristiwa tragis menimpa KM Mujib, kapal nelayan asal Indramayu, yang mengalami kecelakaan laut di perairan sekitar Pulau Biawak pada Sabtu malam (28/2/2026).
Kapal tersebut ditabrak tongkang besar bernomor lambung 3009 saat sedang lego jangkar setelah menebar jaring. Akibat kejadian itu, dua orang nelayan dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam pencarian. Sementara dua anak buah kapal (ABK), Alfianto dan Carudin, berhasil selamat setelah dievakuasi kapal lain.
Salah satu ABK yang selamat, Alfianto Agus Sulistiyo (20), nelayan muda asal Paoman, menuturkan detik-detik mencekam yang dialaminya malam itu.
“Malam itu, laut di sekitar Pulau Biawak menjadi saksi betapa tipisnya batas antara hidup dan mati,” ujarnya lirih.
Ia menceritakan, kapal berukuran 6 GT tersebut berangkat siang hari dari Pelabuhan Karangsong untuk mencari ikan. Sekitar pukul 22.00 WIB, saat hujan turun dan mesin kapal dimatikan, suara keras “grung-grung” tiba-tiba terdengar.
Saat terbangun dan membuka mata, tongkang raksasa sudah berada tepat di depan kapal mereka. Tabrakan pun tak terhindarkan. KM Mujib terseret sekitar 10 menit sebelum akhirnya karam.
Dalam kepanikan, para ABK berusaha menyelamatkan diri. Alfianto memilih melompat ke laut yang gelap dan bertahan menggunakan gabus seadanya. Bersama rekan-rekannya, ia terombang-ambing di tengah laut selama berjam-jam.
Di tengah perjuangan bertahan hidup, ia menyaksikan sendiri salah satu sahabatnya, Asep, tenggelam.
“Saya lihat langsung,” ucapnya dengan suara bergetar.
Harapan muncul menjelang pagi. Cahaya lampu KM Sri Mulya terlihat dari kejauhan. Sekitar pukul 04.30 WIB, Alfianto dan Carudin akhirnya berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat.
Sementara itu, dua nelayan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Empat lainnya masih terus dilakukan pencarian oleh tim terkait. Jenazah korban sempat dievakuasi oleh KM Cahaya Langgeng menuju Karangsong.
Kini, duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Alfianto berharap rekan-rekannya yang masih hilang segera ditemukan. Bahkan, ia menyatakan keinginannya untuk kembali melaut demi ikut membantu proses pencarian.
Doa terbaik untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga yang masih hilang segera ditemukan.









