INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Digelarnya Parade Budaya Dewan Menyapa Warga, yang dilengkapi paparan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ono Surono, S.T., memberikan harapan adanya pembaruan pembangunan di Kabupaten Indramayu pada umumnya dan khususnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu dari PDI Perjuangan, Edi Fauzi, Sekretaris Kecamatan yang mewakili Camat Kandanghaur, Kuwu Karanganyar Hj. Uun Roenah, serta para undangan lainnya. Acara digelar di halaman Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (19/6/2026).
Sekretaris Kecamatan, Untung Aryanto, mewakili Camat Kandanghaur Rusyad Nurdin, menyampaikan bahwa camat tidak dapat hadir karena sedang mendampingi masyarakat tani mencari sumber air untuk persawahan.

Dalam sambutannya, Untung Aryanto mengatakan bahwa kegiatan Dewan Menyapa Warga menghadirkan H. Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
“Beliau asli wong Dermayu. Sekarang bisa berjumpa secara langsung. Ganteng beli Bapak H. Ono Surono?” tanyanya yang langsung dijawab spontan oleh para undangan, “Ganteng.”
Ia melanjutkan, “Pada saat ini kita berkesempatan bersilaturahmi dengan orang tua kita yang selalu mengawal kemajuan Kabupaten Indramayu. Semoga kehadiran Bapak H. Ono Surono di wilayah kami, khususnya di Desa Karanganyar, akan membawa angin segar,” ungkapnya.
“Kita ketahui bersama, di Kecamatan Kandanghaur terdapat 13 desa, dan 8 desa dipimpin kuwu baru. Begitu jadi kuwu langsung dihadapkan pada berbagai kebutuhan pembangunan. Masyarakat tentu berharap kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, untuk membantu pembangunan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Karanganyar, Hj. Uun Roenah, menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
“Suatu kehormatan bagi kami desa kami dikunjungi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Bapak H. Ono Surono. Dengan acara Pagelaran Parade Budaya Dewan Menyapa Warga ini, masyarakat yang selama ini hanya mengenal beliau dari foto, sekarang bisa bertemu langsung dan disapa sesuai tema acara ini,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran H. Ono Surono dapat membawa dukungan pembangunan bagi Desa Karanganyar.
“Kita harus pintar-pintar meminta anggaran. Karena itu kami berharap dewan daerah, provinsi, maupun pusat dapat membantu kami, khususnya Desa Karanganyar, untuk mendapatkan pembangunan yang semestinya. Tahun ini anggaran sangat terbatas untuk melaksanakan pembangunan. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa angin segar bagi Pemerintah Desa Karanganyar,” harap Hj. Uun.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ono Surono, S.T., yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, menyampaikan berbagai pandangan terkait budaya dan pembangunan.
Ia mengawali dengan menyinggung pelaksanaan Pilwu Februari 2026 yang menurutnya berlangsung dinamis.

“Dari 138 desa yang melaksanakan pilwu, yang terpilih tentu figur-figur terbaik. Namun setelah dilantik, anggarannya dipotong. Khusus Desa Karanganyar, dari semula Rp1,6 miliar menjadi Rp375 juta. Alhamdulillah, tapi tetap semangat, Bu Kuwu?” ujarnya.
“Semangat,” jawab Hj. Uun.
H. Ono Surono juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Kandanghaur, pengurus ranting, Rumah Aspirasi Ono Surono, dan masyarakat Desa Karanganyar yang hadir dalam agenda tersebut.
“Dalam satu bulan ada kegiatan Parade Budaya Dewan Menyapa Warga. Tentunya ini sangat penting karena Jawa Barat sangat luas,” terangnya.
Menurutnya, Jawa Barat memiliki penduduk sekitar 51 juta jiwa dan tidak semuanya berkultur Sunda yang sama.
“Ada Sunda Priangan seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur. Ada Sunda Cirebon-Indramayu, dan ada Sunda Betawi yang berbatasan dengan Jakarta. Jadi kultur budayanya berbeda-beda,” jelasnya.
Sebagai putra kelahiran Indramayu, H. Ono Surono mengaku sangat dekat dengan budaya pesisir.
“Budaya pesisir utara seperti nadran berbeda dengan tradisi di wilayah lain. Di Indramayu ada Tari Topeng, Berokan, dan wayangnya juga berbeda dengan budaya Sunda pada umumnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Di wilayah yang masih menghormati dan menghargai budaya daerah seperti Cirebon dan Indramayu, hampir setiap bulan ada gelar budaya. Saat Munjung Buyut atau setelah panen, masyarakat ramai menggelar wayang dan sandiwara. Ini menggerakkan ekonomi karena ada UMKM dan pelaku budaya yang mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Menurut H. Ono Surono, substansi utama kegiatan tersebut adalah mendorong pembangunan di Kabupaten Indramayu, khususnya Kecamatan Kandanghaur dan Desa Karanganyar.
“Budaya itu sangat penting karena merupakan akar jati diri bangsa. Budaya mengajarkan kita menghargai keberagaman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat gotong royong. Untuk itu dewan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi harapan Kuwu Karanganyar terkait keterbatasan anggaran, H. Ono Surono menyatakan bahwa pemerintah desa merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Sering dikatakan gubernur dan bupati tidak punya rakyat, yang punya rakyat itu kuwu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Ono Surono juga mensosialisasikan rencana pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kebetulan tahun 2026 Desa Karanganyar menjadi salah satu dari 18 desa yang akan dibantu pembangunan jalannya. Insya Allah menunggu perubahan APBD 2026. Kita kawal sekitar Rp500 juta. Saya berharap Pak Sekmat mengawal dengan baik agar jalan-jalan desa yang telah direncanakan benar-benar dapat dilaksanakan sesuai perencanaan,” terangnya.
Untuk tahun 2027, sejumlah usulan yang telah lolos verifikasi di Kecamatan Kandanghaur antara lain pembangunan jalan desa di Eretan Wetan, Ilir, Curug, Soge, dan Karanganyar.
“Untuk PJU ada di Desa Ilir. Kita masih menunggu akhir Juni ini. Mudah-mudahan masih banyak yang lolos verifikasi melalui tim Bappeda Jawa Barat dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” ujarnya.
“Bicara ke depan tentang jalan desa, jalan usaha tani, irigasi tersier, maupun PJU yang dibangun oleh provinsi, datanglah ke Ono Surono,” pungkasnya.
Usai acara, H. Ono Surono kembali menegaskan tujuan kegiatan tersebut kepada wartajayavision.com.
“Parade Budaya Dewan Menyapa Warga ini bertujuan mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri dan kekuatan bangsa. Budaya harus mampu menghargai keberagaman, merawat persaudaraan, dan memperkuat gotong royong. Budaya Indramayu harus tetap lestari, budaya Pantura harus tetap lestari, dan budaya Jawa Barat harus tetap lestari karena budaya mengajarkan nilai gotong royong yang dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara,” tegasnya.
Acara tersebut diisi dengan pagelaran kesenian daerah seperti Tari Topeng, Berokan, dan penampilan kelompok OI. Pada akhir acara, H. Ono Surono didaulat untuk bernyanyi membawakan tiga lagu karya Dul Sumbang, termasuk lagu populer berjudul “Bento”.









