BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Brebes berhasil menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 55% atau Rp 5,7 miliar dari total keuntungan sebesar Rp 8,6 miliar sepanjang tahun 2024. Jumlah pelanggan tercatat mencapai 54.000, seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas PDAM Kabupaten Brebes, Ahmad Ghofur, Kamis (31/12/2024).
Ahmad Ghofur menjelaskan, sumber air yang digunakan PDAM berasal dari dua jenis, yakni mata air pegunungan dan sumber air dalam. Mata air pegunungan dimanfaatkan untuk wilayah Brebes, Wanasari, Jatibarang, dan Songgom. Sedangkan wilayah selatan seperti Kecamatan Bumiayu, Tonjong, dan Bantarkawung menggunakan sumber air dalam.
Namun, warga Brebes utara kerap mengeluhkan aliran air PDAM yang tidak stabil. “Air terkadang mengalir sedikit atau hanya pada pagi hari,” ungkap salah satu warga. Menanggapi hal ini, Ahmad Ghofur menjelaskan bahwa penyebabnya adalah sebagian warga menggunakan pompa air, sehingga aliran tidak merata.

PDAM ditargetkan oleh pemerintah untuk menyediakan akses air bersih bagi 30% warga Indonesia. Namun, di Brebes baru sekitar 8,7% warga yang dapat menikmati air bersih dari PDAM. Untuk menangani keluhan pelanggan, setiap kecamatan memiliki Unit Pelayanan Terpadu (UPT). “Masyarakat bisa mengadukan keluhan mereka ke UPT di wilayah masing-masing,” jelas Ahmad Ghofur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Buser Indonesia Kabupaten Brebes, Tangguh Bahari, S.H., M.H., menyoroti adanya biaya beban sebesar Rp 10.500 yang dibayar oleh pelanggan setiap bulannya. Dengan total pelanggan sebanyak 54.000, nilai yang terkumpul mencapai Rp 567 juta. “Masyarakat sudah membayar, maka mereka berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Pengaduan harus segera ditanggapi,” tegasnya.
Ahmad Ghofur menambahkan, jika air yang disuplai bersih dan merata, masyarakat akan lebih sehat dan cerdas. PDAM Brebes diharapkan terus meningkatkan pelayanannya demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh pelanggan.







