Tottenham Hotspur mengalami kekalahan yang sangat mengecewakan dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid. Laga yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) menjadi momen pahit bagi tim asal London Utara.

Pelatih Tottenham, Igor Tudor, membuat keputusan yang tidak terduga dengan mencadangkan kiper utama mereka, Guglielmo Vicario. Alih-alih memainkan kiper andalan, Tudor memilih untuk memberi kesempatan kepada Antonin Kinsky. Namun, keputusan tersebut berubah menjadi mimpi buruk bagi klub.

Dalam waktu hanya 15 menit setelah kick-off, gawang Tottenham sudah kebobolan tiga kali. Situasi memburuk sejak menit ke-6 ketika Kinsky terpeleset dan mengirim bola langsung ke kaki Ademola Lookman. Bola kemudian dioper kepada Julian Alvarez, yang memberikan umpan kepada Marcos Llorente untuk mencetak gol pembuka Atletico.

Kekalahan semakin parah ketika Micky van de Van terpeleset, memungkinkan Antoine Griezmann menggandakan keunggulan tuan rumah. Puncak dari kekacauan itu terjadi pada menit ke-15 ketika Kinsky gagal menyapu bola usai menerima umpan dari rekan setimnya. Alvarez tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memasukkan bola ke gawang kosong dan membuat skor menjadi 3-0.

Tudor segera melakukan perubahan dengan memasukkan Vicario menggantikan Kinsky pada menit ke-17. Ini membuat Kinsky mencatatkan sejarah sebagai kiper pertama yang diganti sebelum menit ke-20 karena alasan selain cedera di Liga Champions.

Setelah pergantian kiper, Tottenham masih kebobolan dua gol lagi hingga akhir pertandingan. Meskipun berhasil mencetak dua gol balasan, kekalahan 2-5 membuat Tudor menjadi pelatih Spurs pertama dalam sejarah yang kalah dalam empat laga pertamanya. Ini juga menjadi pertama kalinya tim asal London Utara itu kalah dalam enam pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.

Setelah pertandingan, Tudor mengakui bahwa ia telah membuat keputusan yang salah dengan menurunkan Kinsky. Ia mengatakan, “Setelah melihat apa yang terjadi, tentu saja itu adalah keputusan yang salah.” Namun, ia tetap mempertahankan keputusannya karena menilai bahwa situasi saat itu membutuhkan tindakan tertentu.

Tudor juga tidak ingin berkomentar lebih lanjut tentang kritik yang muncul, terutama terkait penggantian kiper. “Tidak, momen seperti ini kita tidak perlu berkomentar. Ini bukan saatnya untuk banyak bicara,” katanya.

Ia menggambarkan pertandingan sebagai sesuatu yang sangat aneh. “Kami memberi mereka tiga gol setelah kami memulai dengan baik. Tapi kemudian masalah menghancurkan kami dalam tiga situasi. Sangat, sangat, sangat aneh sehingga merusak kepercayaan diri kami.”

Meski kekalahan telak terjadi, Tudor menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar Tottenham. “Kami meminta maaf kepada para penggemar hari ini, juga kepada semua orang,” ujarnya sambil mencerna kekalahan yang terjadi.

Ia menambahkan, “Itu adalah momen yang sulit. Semuanya tampak berjalan salah, lebih banyak kesalahan, semuanya seperti ini. Tidak bisa dipercaya.”

Selain itu, Tudor juga menyebutkan situasi di akhir pertandingan, termasuk benturan antara dua pemain, yang terasa seperti semuanya berlawanan dengan timnya. “Bahkan situasi di akhir pertandingan dengan dua pemain (berbenturan kepala), sepertinya semuanya berlawanan dengan kami,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *