Indramayu, wartajayavision.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu berencana menyerahkan seluruh pengelolaan destinasi wisata kepada pihak ketiga (swasta).
Kebijakan ini diambil karena wisata yang selama ini dikelola pemerintah justru tidak menghasilkan PAD, bahkan banyak yang merugi. Dilansir indramayu update, Selasa (13/1/2026).
Contohnya, Pantai Tirtamaya hanya menyumbang PAD sekitar Rp280 juta per tahun, sementara biaya operasionalnya mencapai Rp380 juta. Artinya, pemda harus menutup kerugian sekitar Rp100 juta setiap tahunnya.
Menurut Kepala Dispara Indramayu, Ahmad Syadali, kondisi serupa terjadi di sekitar 14 objek wisata lainnya. Karena itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim memutuskan agar pengelolaan wisata diserahkan ke pihak swasta dengan sistem bagi hasil, tanpa membebani APBD.
Swasta nantinya diberi kebebasan mengembangkan konsep wisata agar lebih menarik dan mampu mendatangkan wisatawan luar daerah. Salah satu kawasan yang dilirik adalah Bojongsari, yang memiliki waterboom, air terjun buatan, hingga Gedung Iptek.

Di sisi lain, Pemkab Indramayu kini lebih fokus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Lokasi acara digratiskan agar event nasional bisa digelar tanpa biaya besar dari pemda.
Hasilnya, berbagai event musik dan hiburan sukses digelar. Ditambah kegiatan rutin car free night dan car free day di Alun-alun Indramayu, yang terbukti membuat UMKM hidup dan perputaran uang meningkat.

Harapannya, ke depan sektor wisata dan UMKM bisa sama-sama menjadi motor penggerak ekonomi Indramayu.
Bagaimana menurut kamu? Setuju wisata Indramayu dikelola swasta?








