Wartajayavision.com,, Jakarta – Penerbit Taylor & Francis mengumumkan telah membekukan penerimaan artikel ilmiah baru ke Jurnal Bioengineered. Mereka menyatakan ingin sepenuhnya fokus kepada investigasi yang tengah berjalan terhadap sejumlah besar artikel yang sudah dipublikasikan di jurnal itu yang diduga produk paper mill atau aktivitas menipulasi artikel hasil penelitian yang sistematis.

“Para penulis dari artikel-artikel yang baru saja diterima akan diberikan opsi, jika bersedia, untuk mentransfer naskah mereka ke jurnal alternatif di bawah naungan Taylor & Francis,” bunyi keterangan yang disampaikan Taylor & Francis di jurnal Bioengineered, 2 Juli 2025.

Investigasi ditujukan terutama kepada artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal bidang riset bioengineering dan bioteknologi itu pada periode 2021-2022. Meski ada juga beberapa artikel di luar periode itu.

Bioengineered terindikasi telah menjadi korban yang ditarget oleh aktivitas paper mill karena adanya lonjakan tajam penerimaan artikel ilmiah dan permintaan perubahan nama penulis makalahnya setelah penerimaan itu. Taylor & Francis mengaku telah mengambil sejumlah langkah tegas dan serius terhadap indikasi tersebut.

Di antaranya, Taylor & Francis memaparkan, telah menerapkan sistem penapisan baru untuk seluruh penerimaan artikel baru. Sebuah tim khusus Content Integrity Screening bentukan internal melakukan serangkaian cek integritas dan pemenuhan standar, termasuk terhadap penulis dan validasi data.

Taylor & Francis juga merombak pemimpin dan dewan editorial Jurnal Bioengineered, memastikan seluruh anggotanya berkomitmen menjalankan Taylor & Francis Editor Code of Conduct and Reviewer Guidelines. Mereka juga menunjuk seorang Executive Editor untuk memelototi editorial dan performa jurnal itu.

Dan, langkah lain yang sudah dilakukan, menginisiasi sebuah program investigasi ekstensif atas artikel-artikel yang sudah terbit. Hasilnya, penarikan beberapa artikel yang sudah terbit mulai terjadi pada awal 2022 lalu. Klaim Taylor & Francis, “Kami juga telah mampu secara proaktif mendeteksi dan mencegah publikasi sejumlah besar konten paper mill lain yang dikirim ke jurnal ini.”

Namun begitu, diakui pula kecurigaan masih cukup besar terhadap artikel-artikel lainnya, terbitan Bioengineered, yang belum terjamah investigasi. Akhirnya, Taylor & Francis mengintroduksi fungsionalitas baru berupa pemberitahuan kepada pembaca jika sebuah artikel sedang diselidiki tim integritas riset dan etika penerbitan. “Saat ini lebih dari seribu artikel di Bioengineered menampilkan tanda ‘under investigation’ itu.”

Kecurigaan itu seperti yang dilontarkan Rene Aquarius, seorang peneliti bedah saraf di Radboud University Medical Center, Belanda. Dia dan timnya pernah mengunggah makalah preprint di arXiv.org pada Maret lalu yang mengungkap menemukan ratusan makalah dengan gambar-gambar di dalamnya yang patut dipertanyakan yang masih ada dalam jurnal Bioengineered.

Analisisnya mengangkat dugaan tindakan yang sudah diambil penerbit sepertinya hanya menangkal gelombang pengajuan makalah-makalah baru. “Tapi backlog artikel yang terkontaminasi paper mill itu masih tak dibersihkan di dalam literaturnya,” bunyi isi laporan Aquarius dkk dikutip dari artikel bertanggal 8 Mei 2025 di situs Retraction Watch.

Platform web sains Clarivate, dalam pembaruan yang dirilis 21 April lalu, akhirnya memutuskan mengeluarkan Jurnal Bioengineered dari dalam daftar indeks sitasi. Alasannya, tak lagi memenuhi satu atau lebih dari 24 kriteria kualitas yang dipersyaratkan di Clarivate. Tapi tak dijelaskan lebih jauh kriteria kualitas mana yang dimaksud.

Bioengineered sebenarnya sudah diberitahu pada tahun lalu kalau mereka bisa dikeluarkan dari dalam daftar. Dan, biasanya, jurnal-jurnal menjalani enam minggu ‘pembekuan’ sebelum diambil keputusan delisting.

“Tapi kami memertimbangkan mengizinkan sebuah jurnal tetap ada dalam daftar untuk jangka waktu yang lebih lama untuk penerbit melakukan penyelidikannya dan mengambil tindakan korektif,” kata juru bicara Clarivate menjelaskan perpanjangan waktu yang sempat diberikan selama setahun.

Menanggapi itu, pernyataan juru bicara Taylor & Francis menunjuk kepada penyelidikan yang terus berjalan terhadap sejumlah besar artikel yang dicurigai sebagai produk aktivitas atau menjadi konten paper mill. Disebutkannya pula, di luar artikel-artikel yang sudah ditarik, ratusan artikel lainnya kini ditandai ‘sedang diselidiki’.

Penarikan sebanyak 12 artikel yang terakhir dilakukan disertai catatan berbunyi: Sejak publikasi, sejumlah keprihatinan yang signifikan mengemuka tentang integritas data dan hasil yang dilaporkan dalam artikel ini. Sedangkan 11 di antaranya disertai tambahan keterangan: Saat dimintai penjelasannya, penulis tidak menyediakan data orisinal mereka atau informasi pendukung yang dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *