INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi alias Bapa Aing), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu untuk menyerap aspirasi masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Indramayu.

Ribuan warga memadati Lapangan Putra Mina di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, pada Rabu malam, 14 Mei 2025.

Dalam kegiatan ini, terlihat momen-momen mengharukan yang menyentuh hati ribuan pengunjung, setelah menyaksikan langsung kepedulian sosok pemimpin mereka.
Salah satu peristiwa mengharukan terjadi ketika seorang ayah membentangkan poster bertuliskan “Pak Dedi, Tolong Bantu Anak Saya Operasi. Pak, Hatur Nuhun.” Tulisan tersebut menarik perhatian Kang Dedi, yang langsung meminta ayah tersebut bersama istri dan anaknya naik ke atas panggung.
“Ada masalah apa, Pak?” tanya Kang Dedi.
“Anak saya harus dioperasi,” jawab sang ayah dengan suara lirih.

Tanpa berpikir panjang, Kang Dedi langsung memerintahkan timnya agar anak tersebut segera dibawa ke RS Hasan Sadikin, Bandung, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh kebutuhan, termasuk akomodasi dan pengobatan selama di Bandung.
Sang ayah pun langsung menangis haru dan mencium tangan Kang Dedi sebagai bentuk terima kasih.
Tak hanya itu, suasana makin haru ketika seorang ibu tua diminta naik ke panggung untuk ikut berjoget menghibur warga. Setelah itu, Kang Dedi melempar pertanyaan kepadanya.
“Punya anak, Bu?”
“Punya lima, Pak. Yang bungsu sekarang kuliah di Jakarta,” jawab sang ibu dengan bangga.

Saat ditanya soal biaya kuliah, sang ibu menceritakan bahwa anak perempuannya, Nurhayati, kuliah sambil bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.
“Dia yang biayai kuliahnya sendiri. Kadang kirim saya uang, Rp200 ribu atau Rp300 ribu sebulan. Tapi kemarin dia bilang, ‘Mimi, jangan minta uang dulu, saya buat bayar kuliah,’” ungkap sang ibu sambil terisak.
Ia juga menambahkan, sebelum hadir ke acara, dirinya sempat menangis karena anaknya sedang sakit namun tidak diizinkan pulang oleh majikannya.
Mendengar cerita itu, Kang Dedi terlihat tersentuh. Ia memuji ketangguhan warga Indramayu.
“Bapak Ibu semuanya, Indramayu itu warganya tangguh, kokoh, dan kuat. Saya bangga, ada anak jadi pembantu tapi tetap kuliah dan masih bisa bantu ibunya di kampung. Ini luar biasa,” ucap Kang Dedi.
Kunjungan kerja yang semula penuh canda tawa dan hiburan, berubah menjadi momen penuh haru. Kang Dedi berhasil menunjukkan bahwa kehadiran pemimpin tidak hanya sebatas simbol, tetapi benar-benar bisa menyentuh dan merespons langsung kehidupan rakyatnya.









