Brebes, WARTAJAYAVISION.COM — Perombakan dan mutasi terhadap 23 pejabat eselon II dan III pada 24 November 2025 memunculkan sejumlah catatan kritis dari publik.

Salah satunya datang dari pengamat politik Brebes yang juga mantan Ketua KPUD Brebes, Reza Pahlevi.

“Ada beberapa catatan atas mutasi 23 pejabat eselon II dan III pada 24 November 2025. Boleh kan? Cuma catatan,” ujar Reza.

Berikut beberapa poin yang ia sampaikan:

  • Penunjukan Caridah sebagai Kasatpol PP Dinilai Aneh.

Menurut Reza, pengangkatan Caridah yang berlatar belakang guru SD untuk menduduki jabatan Kepala Satpol PP menimbulkan tanda tanya.

“Satpol PP itu tugasnya menegakkan Perda. Caridah yang basisnya guru SD, bisakah bersikap tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran Perda?” ujarnya.

Reza menilai hal ini tidak sesuai dengan prinsip the right man/woman on the right place.

“Ini memang debatable, tapi kalau bicara tepat atau tidak, kayaknya kurang tepat. Entah apa pertimbangan Bupati. Yang jelas, beliau pasti punya alasan khusus.”

  • Penempatan Sutaryono sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dianggap Janggal

Reza juga menyoroti penunjukan Sutaryono yang berlatar belakang teknik untuk memimpin Dinas Pendidikan.

“Dia orang teknik. Lalu diminta menata pendidikan dasar dan menengah, menangani ribuan guru serta hingga jutaan siswa. Jangan sampai mereka dianggap sebagai material proyek,” tegasnya.

Reza membandingkan kondisi saat Djoko Gunawan pernah ditunjuk sebagai Plt Dinas Pendidikan.

“Namun Sutaryono dan Djoko Gunawan itu berbeda,” tambahnya.

  • Eko Supriyono Alumni IPDN Menjadi Kadis Perikanan Dinilai Dipaksakan

Penempatan Eko Supriyono sebagai Kepala Dinas Perikanan juga dinilai tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan dan kariernya.

“Kayong dipaksakan,” ujar Reza singkat.

Reza juga menyinggung kemungkinan bahwa mutasi ini merupakan “uji coba” bagi para pejabat era sebelumnya.

“Mungkinkah Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melakukan test case bagi pejabat eselon II? Mengingat mereka merupakan pejabat di era Idza Priyanti. Apakah ada wacana untuk menyingkirkan mereka yang sebelumnya tidak mendukung? Atau sebaliknya, ingin merangkul mereka demi mewujudkan ‘Brebes Beres’?”

Reza menegaskan bahwa beberapa jabatan strategis masih belum terisi, sehingga menimbulkan banyak spekulasi

“Ini hanya catatan saja, lho, yah… Namanya juga diskusi publik. Ya ben ana diskusi-ne oh… Ya belih? Ini catatan saya,” pungkas Reza Pahlevi.

Penulis: Teguh AW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *