Indramayu, wartajayavision.com –Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengunjungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dan menjadikan pertemuan tersebut sebagai ajang curahan hati (curhat) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ada beberapa agenda yang disampaikan kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM Bapa Aing), Kamis, 7 Agustus 2025.
Bupati Lucky Hakim memulai dengan menyampaikan, “Saya ada sedikit mau curhat. Islamic Center itu, masjid itu gagah, simbol keagamaan, simbol Indramayu, tapi sebenarnya itu sudah mau ambruk, Pak Gub,” kata Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Lucky Hakim mengungkapkan, dari luar bangunan masih tampak bagus, namun kondisinya sudah rapuh.

“Itu bahkan saya saja sudah jarang ke situ. Jadi, di luar kelihatannya itu bagus, tapi maksudnya kalau kita lihat, sebenarnya itu temboknya sudah misah,” jelas Lucky Hakim.
Gubernur Jawa Barat kemudian menanyakan, kapan pembangunan Islamic Center tersebut dilakukan.
Lucky menjelaskan, Islamic Center dibangun pada tahun 2018.
“Kontraktornya sopo?” tanya Dedi Mulyadi.

Bupati Indramayu mengaku tidak mengetahui siapa kontraktornya.
Gubernur Jawa Barat tampak terkejut, sebab bangunan baru dan belum 10 tahun sudah mengalami kerusakan.
Lucky Hakim menjelaskan, saat ini kondisinya sudah ambruk pada satu tiang, dan bagian dalamnya pun memprihatinkan.
“Itu APBD mana?” tanya Dedi Mulyadi dengan nada tinggi.
Menurut Lucky, pembangunan Islamic Center menggunakan dana Provinsi Jawa Barat tahun 2018.

Gubernur Jawa Barat kemudian memanggil Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim).
“Audit dulu deh, Pak Perumkim. Audit duluan,” tegas Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa Inspektorat harus segera melakukan audit, menghitung kembali bahan-bahan yang digunakan dan segala macamnya.
Lucky Hakim mengungkapkan bahwa meskipun bangunan itu milik Kabupaten Indramayu, namun ia tidak berani menutup Islamic Center.
“Dananya bantuan dari provinsi, sebesar Rp100 miliar lebih,” ucap Lucky.
“Hebat provinsi ya,” sindir Dedi Mulyadi.
Namun, Gubernur Jawa Barat tampak kesal karena masjid yang dibantu pembangunannya belum 10 tahun sudah hampir roboh.
“Tapi itu yang bangun bangsa Indonesia?” canda Dedi Mulyadi.
Bupati Indramayu menjelaskan, tiang Islamic Center yang patah sudah terjadi sejak tahun 2021, yang berarti sudah tiga tahun lamanya ambruk.
“Kami khawatir kalau misalnya itu tidak ditutup,” ucap Lucky Hakim.
“Kalau orang awam akan berpikir masih bagus,” tambahnya.
Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa setelah audit investigatif dilakukan, maka harus ada keputusan untuk menutup bangunan tersebut dan dilanjutkan dengan penyelidikan.
“Aneh kalau nggak ada penyimpangan. Nggak mungkin,” tegas Dedi Mulyadi.
“Saya mah pokoknya berpikirnya ini kurang aman kalau buat masyarakat. Apalagi banyak tamu dari luar kota datang pakai bus,” kata Lucky Hakim.
“Itu kalau niban, terus ada orang misalnya meninggal tiga, itu ramainya berjilid-jilid itu,” pungkas Lucky Hakim kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.









