Petani Berharap Penyodetan Saluran Air Bendung Kamun Segera Selesai

Para petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, berharap penyodetan saluran air Bendung Kamun dapat dipercepat seiring dengan dimulainya musim tanam rendeng. Jika penyodetan selesai, sekitar 1.000 hektare sawah di empat desa akan mendapatkan pasokan air secara gratis tanpa menggunakan sewa pompa.

Namun, mereka kini khawatir jika penyodetan lambat diselesaikan, hal itu akan mengganggu pengairan tanaman padi mereka, terutama jika intensitas hujan tidak merata, seperti yang terjadi sekarang ini. Curah hujan yang tidak merata dengan intensitas kecil, akan berdampak pada kurangnya pengairan ke sawah petani.

Padahal, menurut sejumlah petani, di antaranya, Yahya, Opik, dan Muamar, penyodetan sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini belum juga selesai. Mereka khawatir areal sawah tidak bisa teraliri air, karena para petani mengandalkan air dari aliran Bendung Kamun.

”Kalau musim tanam sekarang penyodetan tidak selesai maka sawah akan kekeringan dan petani tidak bisa panen. Sementara petani hidup mengandalkan sawah, tidak ada mata pencarian lain,” ujar Opik, Selasa 2 Desember 2025.

Dia menyebutkan, ketika belum dilakukan penyodetan, para petani biasa memompa air dari saluran dan mengalirkannya ke sawah.

”Satu sisi, kami gembira ada normalisasi saluran air. Dengan begitu sawah yang teraliri air akan semakin luas karena aliran air akan lebih lancar dan debitnya lebih besar. Namun jika pengerjaan tidak selesai saat musim tanam, kami akan sengsara, tidak bisa mengairi sawah. Mengandalkan curah hujan nyatanya hujan tidak menentu,” kata Yahya.

Proses Penyodetan Saluran Air Sedang Berlangsung

Terpisah, Pengelola Bendung Rentang Dadi Supriyadi membenarkan bahwa saat ini tengah dilakukan penyodetan saluran air dari Bendung Kamun yang kini dalam tahap penyelesaian. Penyodetan sekaligus membangun pintu air dari aliran Bendung Rentang untuk membantu menambah air dari Bendung Kamun.

Air dari Bendung Kamun ini, katanya, untuk menyuplai air ke areal sawah di empat desa, yaitu Panyingkiran, Jatitujuh, Jatitengah, dan Putridalem, Kecamatan Jatitujuh.

Dadi menyebutkan, pengerjaan pintu air dan penyodetan ditargetkan selesai akhir Desember ini. Ke depan, petani tidak akan mengalami kesulitan air lagi atau harus mengoperasikan pompa air di saat masa tanam, karena suplai air dibantu dari Saluran Induk Cipelang yang dialirkan dari Bendung Rentang.

”Kami rencana menyuplai ke wilayah tersebut dengan luasan areal 1.000 hektare, yang biasanya petani menggunakan jasa pompanisasi dari induk Cipelang. Sekarang bisa leluasa menggunakan air tanpa harus bayar sewa pompa,” katanya.

Tantangan Petani Akibat Cuaca yang Tidak Menentu

Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan utama bagi para petani. Saat ini, curah hujan yang tidak merata membuat pengairan sawah menjadi sulit. Para petani mengandalkan aliran air dari Bendung Kamun untuk menjaga ketersediaan air selama musim tanam.

Jika penyodetan tidak selesai tepat waktu, maka petani akan menghadapi risiko kekeringan yang serius. Hal ini sangat berdampak pada produksi padi mereka, yang merupakan sumber penghidupan utama. Tanpa pasokan air yang cukup, hasil panen bisa menurun drastis.

Selain itu, penggunaan pompa air menjadi beban tambahan bagi para petani. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa pompa, yang tentunya memengaruhi pendapatan mereka. Dengan adanya penyodetan yang selesai, para petani diharapkan dapat menghemat biaya operasional dan fokus pada pengelolaan sawah secara optimal.

Harapan Petani dan Upaya Pemerintah

Petani berharap pemerintah dan instansi terkait dapat mempercepat proses penyodetan saluran air Bendung Kamun. Dengan selesainya penyodetan, mereka dapat memiliki akses air yang lebih stabil dan memastikan kelancaran proses tanam.

Pemerintah setempat juga telah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai rencana. Dengan penyelesaian penyodetan dan pembangunan pintu air, diharapkan tidak hanya membantu para petani, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *