Wartajayavision.com,, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bakal menambah sepuluh pompa penyedot air dan membuat tandon penampungan air di perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, untuk mengantisipasi genangan di wilayah langganan banjir tersebut.

Hujan yang melanda wilayah Tangerang Selatan sejak Senin, 7 Juli 2025, menyebabkan setidaknya 22 wilayah terendam banjir. Bukan hanya permukiman, akses jalan utama pun ikut terendam banjir.

Di Jalan Raden Fatah, banjir menggenang hingga Selasa pagi. Kendaraan pun sempat tidak dapat melintas hingga pukul 10.30 WIB. Sementara itu, di perumahan Pondok Maharta, akses utama sudah dapat dilalui. Namun, di permukiman ketinggian air masih mencapai sekitar 80 sentimeter.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan hingga siang ini pihaknya masih melalukan penyedotan air untuk menyurutkan lingkungan yang tergenang.

“Saya pagi menjelang siang ini melihat banjir di Pondok Maharta yang sejak kemarin memang debit air curah hujannya sangat tinggi, sampai dengan hari ini masih belum surut untuk di Pondok Maharta,” kata Benyamin saat berbincang dengan Tempo, Selasa 8 Juli 2025.

Menurut Benyamin, setidaknya terdapat 400 keluarga yang terdampak. Dia pun memastikan akan mengirimkan bantuan untuk warga Pondok Maharta. “Kurang lebih ada 400 KK yang terdampak. Kita juga akan menyalurkan bantuan makanan di tiga RW, di RW 9, 10, dengan 11 di lingkungan Pondok Maharta ini,” ujarnya.

Benyamin menambahkan, dari 22 titik banjir yang melanda Kota Tangerang Selatan sejak malam kemarin, saat ini hanya terdapat dua titik saja yang masih tergenang. “Salah satunya Pondok Maharta ini, makanya kita akan melakukan banyak upaya,” ujarnya.

Selain akan menambahkan mesin pompa penyedot air, kata Benyamin, pihaknya juga akan menganggarkan pembangunan tandon di wilayah ini.

“Kemudian juga kita bangun lagi pintu air, kurang lebih 10 pintu air sepanjang wilayah Tangerang Selatan. Sungai Maharta ini sepanjang wilayah Tangerang Selatan, akan kita bantu, akan kita bangun lagi 10 pompa air, pintu air, kemudian penambahan pompa airnya di beberapa titik. Dan rencananya akan membangun tandon untuk area penampungan air,” ujarnya.

Sementar itu, Utami, warga Pondok Maharta, mengatakan banjir terjadi di wilayah ini sejak malam kemarin. Dia berharap banjir bisa segera diatasi oleh Pemkot Tangsel. “Dari semalam. Biasanya si enggak sampe kaya gini tapi sekarang lebih parah dari sebelumnya,” ujarnya.

Wanita berusia 37 tahun ini mengaku lelah dengan adanya banjir yang kerap melanda. Padahal, kata dia, pemerintah sudah melakukan banyak upaya. “Dari mulai tambah pompa, terus mengeruk kali sampai bangun turab, ini tetap masih banjir. Masa iya enggak ada solusi buat kami,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *