BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Guna memberikan gambaran nyata mengenai dunia pendidikan tinggi bagi para siswa, salah satu sekolah SMA Di Brebes tengah mempersiapkan program outing class bertajuk Literasi Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya sekolah untuk memotivasi siswa kelas XI agar memiliki cita-cita melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, (20/4/2026).

Salah satu Kepala sekolah yang tidak mau disebut namanya, menegaskan bahwa rencana ini disusun secara transparan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kurikuler yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.

Dasar Hukum dan Tujuan Kegiatan

Pelaksanaan outing class ini mengacu pada dasar hukum yang kuat, yakni Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin SPd , M.Eng ., tertanggal 1 September 2025. Sesuai dengan regulasi tersebut, lokasi kegiatan dibatasi hanya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

“Tujuannya sangat personal bagi kami. Kami ingin anak-anak Tanjung memiliki motivasi tinggi dan wawasan luas tentang berbagai fakultas serta jurusan langsung dari sumbernya. Kami ingin mereka memiliki cita-cita yang lebih tinggi untuk masa depan mereka,” ujar kepala sekolah saat memberikan keterangan.

Opsi Pilihan dan Fleksibilitas Biaya

Pihak sekolah menyadari bahwa kondisi ekonomi setiap wali murid berbeda-beda. Oleh karena itu, SMAN di Brebes itu menyediakan beberapa opsi kunjungan yang fleksibel agar tidak membebani orang tua siswa:

  • Kunjungan Yogyakarta (Fokus UGM): Direncanakan pada bulan Mei mendatang dengan estimasi biaya Rp 1.360.000 (paket menginap 3 hari) atau sekitar Rp900.000 (tanpa menginap).
  • Kunjungan Kampus Regional: Bagi siswa yang berhalangan mengikuti program ke Yogyakarta, sekolah tetap memfasilitasi kunjungan ke perguruan tinggi di sekitar wilayah Brebes, Tegal, hingga Cirebon. Beberapa opsinya meliputi UPS, UMS, Saka Penta, hingga Universitas Terbuka (UT).

Untuk opsi regional, pihak sekolah tengah mengupayakan komunikasi agar mendapatkan keringanan biaya atau bantuan fasilitas bus sekolah.

Prinsip Sukarela dan Harapan Sekolah

Elfi menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan sama sekali. Ia berharap tidak ada siswa maupun orang tua yang merasa terbebani jika memutuskan untuk tidak bergabung.

“Besar harapan kami agar orang tua mendukung pendidikan anak-anaknya. Pendidikan adalah kunci untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga. Meski di lingkungan kita banyak peluang kerja di pabrik, kami harap anak-anak tetap memiliki pandangan bahwa pendidikan tinggi adalah solusi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Teguh AW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *