Brebes, WARTAJAYAVISION.COM — Guna menekan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meningkat seiring masuknya musim penghujan, Puskesmas Kaligangsa Wetan menggelar fogging di Desa Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, Sabtu (26/10).

Kepala Puskesmas Kaligangsa Wetan, Doni Hendri, menjelaskan bahwa fogging menjadi langkah terakhir setelah ditemukan jentik nyamuk di lingkungan RT 4 desa tersebut. Temuan ini terungkap melalui proses Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Kami sebenarnya menyayangkan pihak rumah sakit yang terlambat melaporkan kasus DBD saat gejala awal terdeteksi di laboratorium. Laporan dini sangat penting agar pencegahan segera dilakukan,” ujar Doni saat dikonfirmasi pada Kamis (24/10).

Doni menambahkan bahwa perilaku masyarakat memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan DBD. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan langkah 3M Plus: menguras, menimbun, dan membersihkan. Langkah tambahan, atau “Plus,” seperti tidak menggantung pakaian di tempat terbuka dan menggunakan obat nyamuk, juga perlu diterapkan.

Saat pelaksanaan fogging pada Sabtu, petugas Puskesmas Kaligangsa Wetan tak hanya melakukan pengasapan di area pemukiman dan pekarangan warga, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai 3M Plus. Doni juga mengimbau warga untuk secara rutin bergotong-royong membersihkan lingkungan, terutama menguras saluran air dan menimbun wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.

“Selain fogging, masyarakat harus aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

Fogging ini diharapkan menjadi upaya efektif dalam memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD, terutama di wilayah rawan seperti Desa Limbangan Wetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *