Prakiraan Cuaca Jawa Tengah untuk Bulan Januari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada bulan Januari 2026. Dalam prakiraan tersebut, cuaca di wilayah ini akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Pada minggu pertama bulan Januari, sebagian besar wilayah utama di Jawa Tengah juga diperkirakan akan mengalami hujan.
Berikut adalah prakiraan cuaca untuk beberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah:
Daftar Prakiraan Cuaca
- Cilacap
- Kamis, 15 Januari: Hujan Ringan | 23–29°C | 72–98%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 22–30°C | 71–99%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 22–30°C | 71–99%
- Minggu, 18 Januari: Berawan | 23–28°C | 74–98%
- Senin, 19 Januari: Berawan | 23–30°C | 71–98%
- Selasa, 20 Januari: Petir | 23–27°C | 81–99%
- Rabu, 21 Januari: Hujan Ringan | 23–31°C | 66–97%
- Kamis, 22 Januari: Petir | 23–29°C | 76–97%
- Jumat, 23 Januari: Berawan | 23–29°C | 74–95%
Sabtu, 24 Januari: Berawan | 23–24°C | 87–92%
Banyumas
- Kamis, 15 Januari: Hujan Ringan | 23–29°C | 68–95%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 22–29°C | 70–94%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 22–29°C | 72–98%
- Minggu, 18 Januari: Hujan Ringan | 22–28°C | 76–98%
- Senin, 19 Januari: Hujan Ringan | 22–30°C | 69–97%
- Selasa, 20 Januari: Petir | 23–26°C | 87–98%
- Rabu, 21 Januari: Hujan Ringan | 23–28°C | 75–98%
- Kamis, 22 Januari: Petir | 22–30°C | 69–95%
- Jumat, 23 Januari: Berawan | 23–31°C | 63–94%
Sabtu, 24 Januari: Berawan | 24–24°C | 90–93%
Purbalingga
- Kamis, 15 Januari: Hujan Ringan | 22–27°C | 76–97%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 22–28°C | 72–97%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 22–27°C | 80–98%
- Minggu, 18 Januari: Hujan Ringan | 22–28°C | 76–97%
- Senin, 19 Januari: Hujan Ringan | 22–27°C | 83–98%
- Selasa, 20 Januari: Hujan Ringan | 22–26°C | 86–97%
- Rabu, 21 Januari: Hujan Ringan | 22–26°C | 85–96%
- Kamis, 22 Januari: Berawan | 23–28°C | 75–96%
- Jumat, 23 Januari: Berawan | 23–29°C | 66–95%
Sabtu, 24 Januari: Hujan Ringan | 23–24°C | 91–94%
Banjarnegara
- Kamis, 15 Januari: Hujan Sedang | 20–26°C | 72–98%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 19–28°C | 68–98%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 21–27°C | 69–98%
- Minggu, 18 Januari: Berawan | 21–27°C | 73–96%
- Senin, 19 Januari: Hujan Petir | 22–26°C | 78–98%
- Selasa, 20 Januari: Hujan Petir | 21–24°C | 88–98%
- Rabu, 21 Januari: Petir | 22–26°C | 74–98%
- Kamis, 22 Januari: Petir | 22–27°C | 69–90%
- Jumat, 23 Januari: Berawan | 22–27°C | 67–84%
Sabtu, 24 Januari: Berawan | 23–23°C | 83–84%
Kebumen
- Kamis, 15 Januari: Hujan Ringan | 23–29°C | 71–97%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 22–30°C | 71–97%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 22–30°C | 71–98%
- Minggu, 18 Januari: Hujan Ringan | 22–29°C | 74–98%
- Senin, 19 Januari: Hujan Ringan | 23–28°C | 77–97%
- Selasa, 20 Januari: Berawan | 23–27°C | 83–98%
- Rabu, 21 Januari: Hujan Ringan | 23–27°C | 84–96%
- Kamis, 22 Januari: Berawan | 23–30°C | 68–95%
- Jumat, 23 Januari: Petir | 24–29°C | 74–94%
Sabtu, 24 Januari: Berawan | 24–25°C | 86–91%
Purworejo
- Kamis, 15 Januari: Hujan Ringan | 22–27°C | 79–97%
- Jumat, 16 Januari: Hujan Sedang | 21–30°C | 70–99%
- Sabtu, 17 Januari: Hujan Ringan | 21–30°C | 69–99%
- Minggu, 18 Januari: Hujan Ringan | 22–29°C | 75–99%
- Senin, 19 Januari: Berawan | 22–28°C | 77–99%
- Selasa, 20 Januari: Petir | 23–25°C | 95–99%
- Rabu, 21 Januari: Hujan Ringan | 22–29°C | 78–99%
- Kamis, 22 Januari: Berawan | 22–30°C | 67–99%
- Jumat, 23 Januari: Petir | 23–29°C | 75–97%
- Sabtu, 24 Januari: Berawan | 22–24°C | 92–98%
Bencana yang Terjadi di Jawa Tengah Tahun 2024
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2024 menunjukkan bahwa banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian banjir terbanyak, yaitu sebanyak 7 kali. Diikuti oleh Kabupaten Sragen dengan 6 kejadian, Kabupaten Pati dan Brebes masing-masing 5 kejadian, serta Kabupaten Tegal dan Kota Pekalongan masing-masing 4 kejadian.
Dari segi jumlah korban yang terdampak banjir, Kabupaten Demak mencatatkan 271.512 korban, Grobogan sebanyak 164.695 korban, Kudus sebanyak 47.513 korban, Jepara 36.095 korban, dan Pati 22.899 korban.
Selain banjir, bencana cuaca ekstrem juga tercatat terjadi di Jawa Tengah. Kabupaten Cilacap dan Banyumas menjadi wilayah dengan jumlah kejadian cuaca ekstrem terbanyak, yaitu masing-masing 7 kejadian. Diikuti oleh Kabupaten Klaten dengan 6 kejadian, dan Kabupaten Kebumen, Karanganyar, Grobogan, Jepara, Tegal masing-masing 4 kejadian.
Untuk bencana tanah longsor, Kabupaten Brebes menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yaitu 3 kejadian. Diikuti oleh Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, dan Temanggung masing-masing 2 kejadian.
Sementara itu, bencana kekeringan juga melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah. BNPB mencatat tujuh wilayah yang mengalami bencana kekeringan sebanyak 2 kejadian, yaitu Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sragen, dan Pati.
Peristiwa Banjir di Kabupaten Kudus
Sejak 9 Januari 2026, banjir telah menerjang Kabupaten Kudus. Kejadian ini disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi yang memicu luapan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen, serta diperparah oleh tanggul jebol di beberapa titik. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi segera melakukan peninjauan langsung ke tempat pengungsian di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus meninjau dapur umum yang berada di gedung lantai MI Hidayatus Shibyan. Posko pengungsian yang menampung sebanyak 150 jiwa tersebut, diketahui juga sudah dilengkapi dengan layanan kesehatan serta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Lebih lanjut, Taj Yasin menyampaikan bahwa untuk mengatasi banjir di Kudus, Pemerintah Provinsi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa. “Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” ujar Taj Yasin.









