Kenangan Terakhir Richa Novisha Bersama Gary Iskak

Richa Novisha masih terus mengenang momen-momen terakhir yang ia lalui bersama mendiang suaminya, Gary Iskak. Kecelakaan yang menimpa Gary Iskak menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi keluarga, terutama bagi Richa dan putrinya, Adilla.

Salah satu kenangan yang paling dalam adalah pelukan terakhir Gary Iskak sebelum ia meninggalkan rumah. Pelukan itu terasa berbeda dari biasanya dan meninggalkan kesan mendalam di hati Richa. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak memiliki firasat khusus sebelum kejadian tersebut, pelukan itu terasa hangat dan penuh makna.

“Kalau ke aku sih mungkin, ya paling kalau dari pelukan kalau mau pergi, gitu aja sih,” ujar Richa, menurut penuturan sumber yang tidak disebutkan nama. Bagi Richa, pelukan itu menjadi salah satu kenangan yang paling ia ingat karena kesannya yang hangat dan tulus.

Selain pelukan, Richa juga mengingat pesan yang ditinggalkan Gary Iskak untuk putrinya, Adilla. Pesan itu disampaikan bersama dengan sebuah hadiah, yaitu sebuah topi. Gary Iskak meminta Adilla untuk menjaga barang tersebut dengan baik.

“Ini hadiah buat kamu ya, dijaga baik-baik. Kamu pasti suka,” kata Richa menirukan ucapan suaminya. Hadiah dan pesan tersebut kini menjadi kenangan berharga bagi keluarga.

Kondisi Terakhir Gary Iskak

Richa Novisha menjadi saksi langsung detik-detik terakhir kehidupan suaminya setelah Gary Iskak mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu, Gary Iskak sedang bersama sahabatnya. Setelah mendapat kabar tentang kecelakaan, Richa langsung bergegas menuju rumah sakit tempat Gary Iskak dirawat.

Ketika sampai di rumah sakit, kondisi Gary Iskak sudah sangat kritis. Ia masih bernapas, tetapi tim medis menyatakan situasi tersebut sangat berat. Dokter mengatakan bahwa jantung Gary Iskak tidak merespons dengan baik, dan ada pen pada tubuhnya.

Menurut keterangan dari sahabat Richa, Sheza Idris, dokter sempat melakukan tindakan memompa jantung Gary Iskak guna mempertahankan detak jantungnya. Namun, kerusakan internal pada tubuh Gary cukup parah.

“Dibawa ke rumah sakit itu masih bernyawa, dokter ada tindakan kayak pompa jantung gitu, tapi dalamnya akan hancur, sudah ada pen juga,” tambah Sheza.

Richa masih berharap adanya keajaiban, namun pada pagi hari keesokan harinya, kabar duka akhirnya datang. “Pas jam setengah 10 pagi langsung ngabarin ‘suami aku udah gak ada, mohon doanya ya’,” kata Sheza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *