Indramayu, wartajayavision.com – Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini mendekati tahap penyelesaian.

Infrastruktur Sekolah Rakyat Cikawung yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektare

Sementara itu, jumlah siswa yang berhasil dijaring di Sekolah Rakyat Terintegrasi I mencapai 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), serta ditambah 100 siswa dari sekolah rintisan.

Sekolah tersebut siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, saat melakukan monitoring dan evaluasi persiapan MPLS bagi siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi I, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Iin Indrayati menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses pendidikan dan infrastruktur yang memadai.

“Berdirinya Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Di tempat yang sama, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Saputra Aryanto, mengatakan kawasan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung SD hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas olahraga.

Di kawasan tersebut juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat telah memberikan manfaat nyata bagi generasi muda sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua siswa. Pemanfaatan sekolah tersebut juga menjadi indikator bahwa infrastruktur yang dibangun telah memasuki tahap operasional.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Penulis: Prans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *