BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Sejak Rabu hingga Minggu, 28 April 2024, mayoritas aktivis dari Brebes Bersatu telah aktif merencanakan aksi dan audiensi terkait pengadaan bus angkutan jamaah haji tahun 1445 H di Kabupaten Brebes.

Dugaan telah muncul terkait tindakan dari Kabag Kesra yang hendak menetapkan bus Blue Star Salatiga sebagai bus angkutan jamaah haji Kabupaten Brebes.

Padahal, selama ini setiap tahun, bus Dedy Jaya dan bus Dewi Sri telah menjadi bus resmi angkutan jamaah haji Kabupaten Brebes.

Dalam rangka memberikan pendampingan dan pembelaan kepada tokoh pengusaha daerah, KH Muhadi Setiabudi, selaku direktur utama PT Dedy Jaya Lambang Perkasa, kami menyuarakan dukungan kami.

Begitu pula untuk bus Dewi Sri yang dimiliki oleh Ibu Ida Priyanti, seorang pengusaha daerah yang pernah menjabat Bupati Brebes selama dua periode.

Kami setuju bahwa bus Dedy Jaya atau bus Dewi Sri adalah representasi asal jamaah haji Kabupaten Brebes, baik dari Kabupaten Tegal maupun Kota Tegal.

Pembelaan terhadap keberlanjutan PT Dedy Jaya Lambang Perkasa adalah suatu keharusan dan harus didukung oleh Pemerintah Kabupaten Brebes dan semua pihak terkait.

KH Muhadi telah memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Kabupaten Brebes/Tegal dan Kota Tegal, bahkan hingga ke Kabupaten Cirebon, Pemalang, dan Batang. Berapa banyak penghasilan yang harus diberikan oleh KH Muhadi untuk mereka?

PT Dedy Jaya sebagai cabang perusahaan tentu telah membayar pajak di Samsat Kabupaten Brebes. Namun, apakah bus Blue Star juga membayar pajak di Kabupaten Brebes?

Bagi PT Dedy Jaya, mengangkut jamaah haji Kabupaten Brebes adalah sebuah misi ibadah yang diharapkan mendapatkan keberkahan dari doa para jamaah haji.

Oleh karena itu, kami sebagai para penentu kebijakan, termasuk Pemerintah Kabupaten Brebes, harus menyetujui PT Dedy Jaya sebagai bus resmi angkutan haji Kabupaten Brebes.

Kami, sebagai aktivis dan wartawan dapat memberikan kesaksian bahwa KH Muhadi sebagai pelaku usaha telah memberikan kontribusi dalam bentuk tur edukasi setiap tahun.

Aksi dan audiensi kami merupakan wujud solidaritas untuk mendukung para pelaku usaha di daerah Kabupaten Brebes, Brebes, Tegal, dan Slawi untuk menjaga kelangsungan usaha mereka demi kesejahteraan masyarakat.

Aksi dan audiensi ini juga penting sebagai konfirmasi atas praktik keterbukaan dalam pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *