INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Hari Raya Idul Adha adalah hari besar kedua bagi umat Islam setelah Idul Fitri. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah, atau 70 hari setelah Idul Fitri. Pada hari ini, umat Islam melaksanakan salat sunnah Idul Adha bersama-sama di masjid atau tanah lapang.

Shalat Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, membludak dengan kehadiran masyarakat yang memadati Masjid Jami Al Ikhlas, Senin (17/6/24). Ribuan jamaah muslim, khususnya dari Desa Eretan Wetan, berdatangan untuk melaksanakan salat Idul Adha.
Kepadatan jamaah ini meluas dari area masjid hingga halaman dan bahkan sampai ke jalan Pantura Eretan Wetan, menyebabkan kendaraan yang melintas antara Jakarta dan Cirebon terhenti sejenak. Pengguna jalan dan sopir saling menghormati dan beberapa turut beribadah Idul Adha. Setelah salat, jamaah dengan tertib membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing.

Imam shalat Hari Raya Idul Adha, Ustadz Kadulah, bersama penceramah yang menyampaikan khutbah, menjelaskan perjuangan Nabi Ibrahim a.s. yang rela mengorbankan anaknya, Nabi Ismail a.s., sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Kisah ini menggambarkan ketaatan dan keikhlasan yang luar biasa dari seorang ayah yang siap mengorbankan anaknya demi menjalankan perintah Allah.

Dalam khutbahnya, penceramah menekankan bahwa Idul Adha disebut hari raya kurban karena mengajarkan nilai ketaatan, pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, dan berbagi. Penyembelihan hewan kurban juga merupakan wujud kepedulian sosial, di mana daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Meskipun dirayakan setiap tahun, Idul Adha selalu memberikan makna mendalam bagi umat muslim. Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. menjadi teladan dalam menjalani kehidupan yang taat kepada Allah SWT.
Perayaan ini juga menekankan pentingnya menyembelih hewan kurban dan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu secara finansial dan fisik.
Sebagai penutup khutbah, penceramah mengajak jamaah untuk bertakbir bersama dan memanjatkan doa untuk kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat.
Sementara itu, panitia hewan kurban Desa Eretan Wetan melaporkan bahwa pada Senin, 17 Juni 2024, telah menerima sejumlah hewan kurban dan sedekah senilai 4,7 juta rupiah. Hewan kurban yang diterima terdiri dari 16 ekor sapi dan 71 ekor kambing. Pembagian daging kurban dilakukan di masing-masing mushala yang berada di Desa Eretan Wetan. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillah Ilham,” seru panitia sebagai penutup.









