INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Pengendalian inflasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan menjaga angka inflasi yang rendah dan stabil sesuai dengan yang ditetapkan, hal tersebut merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebaliknya, inflasi yang tinggi dan tidak stabil dapat memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Diketahui, pada Desember 2024, inflasi berada pada angka 1,57%, sementara tren pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2024 tumbuh positif sebesar 4,95%.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rakor Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Acara ini digelar secara daring oleh Kemendagri RI dan diikuti kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah seluruh Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu, pada Senin, 20 Januari 2025.

“Presiden mengapresiasi upaya pengendalian inflasi tersebut untuk terus dilanjutkan,” ucap Tito.

Oleh karena itu, Tito melanjutkan, pemerintah pusat dan daerah harus terus bersinergi dan berkolaborasi sehingga inflasi daerah dan nasional dapat selalu terjaga. Bagi daerah yang inflasinya masih tinggi, hal ini harus menjadi perhatian utama untuk mencari penyebabnya dan melaksanakan langkah-langkah penyelesaian atas kenaikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *